Warga Nunang Kompak Tolak Proyek Geothermal

berbagi di:
img-20181206-wa0024

 

Gerasimos Satria

Masyarakat Dusun Nunang, Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Nusa Tenggara Timur kompak menolak rencana eksplorasi energi panas bumi (Geothernal) Wae Sano. Pasalnya hingga saat ini belum ada kesepakatan antara warga Dusun Nunang dengan PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Penolakan itu disampaikan secara kompak dan tegas oleh masyarakat Dusun Nunang saat berdiskusi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar,PT.SMI,BPN dan Pemerintah Kecamatan Sano Nggoang,Kamis (6/12) di Aula Kantor Desa Wae Sano.

Warga Dusun Nunang, Yosef Erwin dalam diskusi itu mengatakan sejak diskusi awal bersama Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula pada Mei 2018 lalu, warga dusun Nunang telah menyatakan menolak proyek energi panas bumi di Desa Wae Sano. Dalam sosialisasi saat itu, Bupati Mabar juga telah meminta PT.SMI untuk mengkaji lagi proyek tersebut. Tetapi anehnya,PT.SMI masih saja melanjutkan niat untuk terus melanjutkan proyek tersebut.

Dia mengaku kuota listrik di Kabupaten Mabar sudah cukup besar. Apalagi PLTMG Rangko telah berfungsi. Sehingga tidak penting lagi proyek energi panas bumi di Wae Sano. Warga Nunang menilai proyek energi panas bumi hanya untuk melayani kebutuhan investor bukan untuk masyarakat di desa.

Yosef Erwin menuturkan sebagai upaya penolakan tersebut, pihaknya pada Agustus 2018 telah mengirim surat yang berisikan penolakan proyek Geothermal kepada Pemkab Mabar, DPRD Mabar, Gubernur NTT, DPRD Provinsi NTT dan Kementerian ESDM di Jakarta. Namun, hingga saat ini belum ada respon dari Pemkab dan Pemerintah Pusat. Seharusnya pemerintah mendengar suara masyarakat kecil.

Dia mengaku warga Nunang menolak proyek Geothermal di Kampung Nunang karena lokasi pengeboran sangat dekat dengan pemukiman penduduk. Tentu kedepannya akan berdampak pada masalah lingkungan. Desa Wae Sano sendiri adalah daerah pariwisata, dimana ada danau yang cukup besar bernama Danau Sano Nggoang dan sektor pertanian dan Perkebunan cukup besar di Wae Sano. Seharusnya Pemerintah mendorong tiga sektor itu untuk peningakatan ekonomi masyarakat.

Wakil Bupati Mabar, Maria Geong mengaku belum menerima surat penolakan proyek panas bumi dari masyarakat Wae Sano.

Ia menambahkan royek Geothermal adalah salah satu cara pemerintah untuk mengurangi penggunaan energi mesin diesel yang selama ini digunakan PLN.

Menurutnya energi panas bumi sangat ramah lingkungan. Keuntungan dari proyek energi panas bumi juga adalah infrastruktur jalan pasti akan dibangun. Dimana jalan masuk menuju lokasi proyek Geothermal harus luas dan kualitas. Sehingga pemerintah pasti akan membangun infrastruktur jalan menuju Desa Wae Sano.

PT SMI belum sendiri menolak memberi keterangan terkait penolakan warga. (bev/ol)