Warga Pamburu Antusias Dukung TNI Manunggal Membangun Desa

berbagi di:
Warga dan TNI bekerjasama membangun salah satu gereja di Desa Pamburu Sumba Timur. Foto: Gerasimos Satria/VN

Warga dan TNI bekerjasama membangun salah satu gereja di Desa Pamburu Sumba Timur. Foto: Gerasimos Satria/VN

 

Frangky Johannis

Pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-102, di Desa Pamburu, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur berjalan lancar dan mendapat dukungan dari warga sekitar. Hingga hari ketiga, pekerjaan fisik di lapangan sudah mulai tampak.

Saat ditemui VN di kantornya, Jumat (13/7), Komandan Kodim (Dandim) 1601/Sumba Timur Letkol (Inf) Zaenuddin menjelaskan Satgas TMMD terdiri dari anggota TNI AD sebanyak 121 orang, TNI AL dua orang, TNI AU dua orang, Polri satu orang, Pemkab Sumba Timur 24 orang, dan masyarakat 102 orang. Satgas ini dibagi dalam empat kelompok (Sas) untuk melaksanakan empat kegiatan pokok TMMD 102 di desa tersebut.

Zaenuddin mengatakan, Sas 1 yang mengerjakan peningkatan badan jalan sepanjang 1.800 meter, dari kondisi awal 2,5 meter diperlebar menjadi 4 meter.

“Untuk pekerjaan peningkatan badan jalan realisasi fisiknya telah mencapai 12 persen. Pekerjaan peningkatan badan jalan ini dilakukan karena kondisi jalan desa yang hanya 2,5 meter, mengakibatkan akses keluar-masuk kendaraan sedikit terhambat,” katanya.

Sas 2 bekerja melaksanakan rehab berat gereja berukuran 6×12 meter. Sampai sekarang 16 persen pekerjaan telah selesai. Sementara Sas 3 mengerjakan pembangunan saluran irigasi permanen sepanjang 200 meter dengan capaian fisik pekerjaan di lapangan sudah saat ini sudah 17 persen. Sedangkan Sas 4 mengerjakan pembuatan dua buah deker berukuran 4×1,2 meter dan telah menyelesaikan 14 persen pekerjaan.

Menurut Zaenuddin, hingga pelaksanaan hari ketiga, pekerjaan di lapangan tidak mengalami kendala karena partisipasi yang sangat tinggi.

Ia memprediksikan seluruh kegiatan fisik di lapangan akan selesai sesuai waktu yang ditargetkan.

“Saya optimistis seluruh pekerjaan akan rampung sesuai jadwal pelaksanaan TMMD karena partisipasi masyarakat sangat tinggi,” pungkas Zaenuddin.

 
Warga Antusias
Kepala Desa Pamburu Umbu Wanda Angu yang dikonfirmasi VN melalui telepon genggamnya mengatakan, kegiatan hari kedua dan ketiga TMMD ke-102 di Desa Pamburu berjalan dengan baik sesuai perencanaan Satgas TMMD bersama warga.

Umbu Wanda menjelaskan, warganya sangat antusias melaksanakan pekerjaan bersama Satgas TMMD. Pekerjaan yang biasanya dianggap berat oleh warga, ternyata dengan dibantu bapak-bapak tentara, semuanya menjadi ringan.

Selain itu,menurutnya, kegiatan TMMD ikut memotivasi, meningkatkan kepedulian, partisipasi, dan menghidupkan kembali nilai-nilai kegotongroyongan masyarakat Desa Pamburu terhadap pembangunan desa.

Warga dan TNI bekerjasama membangun salah satu gereja di Desa Pamburu Sumba Timur. Foto: Gerasimos Satria/VN
Warga dan TNI bekerjasama membangun salah satu gereja di Desa Pamburu Sumba Timur. Foto: Gerasimos Satria/VN

“Melalui TMMD ini, Satgas mampu membangkitkan semangat kebersamaan dan gotong royong masyarakat Desa Pamburu. Ini merupakan perwujudan kemanunggalan TNI dan masyarakat,” kata Umbu Wanda.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Pamburu Ranjawali menyampaikan rasa syukurnya atas dibangunnya berbagai fasilitas umum, seperti rumah ibadah, jalan, deker, dan saluran irigasi bagi kemaslahatan masyarakat.

Menurutnya, contoh baik kebersamaan dan kegotongroyongan selama pelaksanaan TMMD perlu dipupuk dan ditingkatkan.

Meski kegiatan TMMD baru berjalan tiga hari, namun ia berharap warga dan Satgas TMMD terus bekerjasama sehingga seluruh rencana pembangunan dalam satu bulan bisa selesai dan bisa digunakan masyarakat.

“Ini bukti bahwa tentara itu anak kandung yang dilahirkan oleh masyarakat. Kebersamaan dan kemanunggalan TNI dan rakyat ini perlu terus dijaga,” ujarnya.

 
Senang Tinggal Bersama

Kuku Yiwa (52), warga RT 05/RW 03, Dusun 2, Desa Pamburu, merasa sangat senang dan mendapat kehormatan bisa tinggal dan makan bersama dengan tentara.

Menurut Yiwa, ia bersama istri dan dua anaknya tak pernah bermimpi dipercayakan oleh Kodim 1601/Sumba Timur menjadi salah satu warga yang rumahnya dijadikan tempat tinggal lima orang anggota Satgas TMMD.

Warga Desa Pamburu, Sumba Timur menikmati makan siang bersama para anggota TNI yang sedang menjalankan misi TNI Manunggal Membangun Desa. Foto: Frangky Johannis/VN
Warga Desa Pamburu, Sumba Timur menikmati makan siang bersama para anggota TNI yang sedang menjalankan misi TNI Manunggal Membangun Desa. Foto: Frangky Johannis/VN

“Seakan dalam mimpi saja kita bisa tinggal dan makan bersama bapak-bapak tentara yang membantu masyarakat desa kami membangun gereja, jalan, deker, dan saluran irigasi. Ini akan menjadi kenangan terindah dan tak terlupakan,” kata Yiwa.

Menurutnya, hal yang mengusik pemikiran dia dan istrinya, sebagai tamu yang datang membantu masyarakat, lima orang anggota Satgas TMMD jutru mengeluarkan Uang Lauk Pauk (ULP) mereka untuk membeli makanan dan dimakan bersama setiap hari.

“Baru pernah terjadi dalam hidup kami ada tamu yang seharusnya dilayani malah melayani kami sekeluarga. Saya, istri, dan anak-anak sangat senang dan bersyukur atas kehadiran bapak-bapak tentara di rumah kami,” katanya. (bev/ol)