10 Rumah di Desa BheraTerancam Ambruk

berbagi di:
img-20210209-wa0021

 

Rumah warga di RT 5, RW 3, Dusun Lekebai, Kampung Tanali, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka, Selasa (9/2) siang. Foto:Yunus/vn.

 

 

 

SEBANYAK 10 rumah terancam ambruk akibat diterjang banjir bandang dan belasan hektare sawah rusak tersapu banjir di Desa Bhera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka.

Kepala Desa Bhera Simon Wara kepada VN Selasa (9/2) yang ditemui di Tanali mengatakan bahwa banjir bandang kali ini paling besar dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Banjir yang datang tiba- tiba itu, terjadi pada Senin 8 Februari, dan merusak sejumlah tanaman warga dan membuat sejumlah turap penahan abrasi di pemukiman warga ambruk.

“Ada 10 rumah terancam ambruk dan 5 di antaranya di Kampung Tanali. Sedangkan yang lainnya menyebar. Sawah sekitar belasan hektar, kami sementara mendata saat ini,” kata Kepala Desa Bhera.

Rumah yang terancam ambruk di Kampung Tanali, RT 05, RW 03, Dusun Lekebai, Desa Bhera, Kecamata Mego, yakni rumah milik Mikael Yeriton, Pit Pa’o, Matheus Mali, Agata Ja’a dan Blasius Wula.

“Kalau hujan dan banjir besar lagi satu kali pasti banyak rumah yang ambruk,” kata Simon Wara.

Kepada 10 rumah yang terancam ambruk itu, sebagai Kepala Desa lanjut Simon Wara, sudah disampaikan sewaktu- waktu bila terjadi banjir, bisa dievakuasi ke rumah kerabat atau ke tempat yang lebih aman.

Terkait perhatian pemerintah atas kondisi yang dialami warga saat ini, belum ada bantuan apapun dari pihak manapun. Baik dari korban banjir sebelumnya maupun saat ini belum ada bantuan kemanusiaan dari BPBD ataupun dari pihak lain. (Yan/ol)