104 Desa di TTS Terancam Kekeringan, Dewan Minta Ada Perhatian Khusus

berbagi di:
img-20200913-wa0004

 

Maksi Lian
Ketua Fraksi Demokrat DPRD TTS

 

 

 

Megi Fobia

 

KEPALA BPBD TTS, Adi Tallo mengatakan sesuai data BMKG dan pengamatan BPBD TTS terdapat 104 desa di 26 Kecamatan di daerah itu terancam kekeringan.

104 Desa tersebut menurut Adi belum termasuk daerah yang sudah mengalami kekeringan. Sebab 104 desa itu masih memiliki debit air walaupun debitnya berkurang. Oleh karena itu, BPBD akan segera salurkan air bersih bagi masyarakat.
Ketua Fraksi Demokrat DPRD TTS, Maksi Lian meminta pemerintah daerah (Pemda) TTS melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) TTS untuk memberi perhatian khusus bagi desa-desa yang terancam kekeringan.

“Harus ada perhatian khusus. Pelayanan itu harus jangka panjang namun karena keterbatasan anggaran, maka desa-desa yang terancam kekeringan harus didata agar adanya perhatian khusus dan pada 2021 bisa lakukan pembangunan sumur bor,”Ujar Ketua Fraksi Demokrat DPRD TTS, Maksi Lian ketika diwawancarai VN melalui sambungan telepon Minggu (13/9).

Maksi ketika ditanya soal data BPBD bahwa ada 104 desa di 26 Kecamatan di TTS terancam kekeringan, menjelaskan bahwa harus ada solusi pelayanan jangka panjang yakni bangun sumur bor. Namun, karena keterbatasan anggaran maka DPRD akan perjuangkan pada 2021 mendatang.

Dengan adanya ancaman kekeringan di 104 Desa, Maksi mengatakan sebagai pelajaran bagi BPBD dan juga DPRD TTS agar ke depannya bisa di back up melalui perubahan anggaran.

“Jujur bahwa kekurangan anggaran tetapi harus jadi perhatian khusus dari Pemda TTS terhadap desa-desa yang diancam kekeringan,” kata Maksi.

Maksi juga menjelaskan agar pelayanan berjangka panjang maka harus bangun sumur pada desa-desa yang dilanda Kekeringan setiap tahun. Sehingga memudahka masyarakat saat musim kemarau disetiap bidang, karena kekeringan juga berdampak pada kesehatan masyarakat. (Yan/ol)