Bapak Kempo NTT Tiba di “Rumah” Dengan Selamat

berbagi di:
Para pelatih senior mengarak jenazah ke rumah duka, Kamis, (9/8).

Para pelatih senior mengarak jenazah ke rumah duka, Kamis, (9/8). Foto: Doni Moni/VN

 

 

Beverly Rambu

 

 

 

 

 

Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan selama beberapa hari dari San Fransisco, Amerika Serikat Bapak Kempo NTT, Barnabas nDjurumana, putra kebanggaan NTT akhirnya tiba kembali di “rumah” dengan selamat. Meski Simpai Nabas, begitu ia akrab disapa tak lagi bisa menatap dan menghirup udara di Kota Karang nan penuh makna ini, namun kenangan akan sosok pendiri Kempo NTT ini akan selalu terpatri dengan indah.
Jenazah Simpai Nabas mendarat mulus di Bandara El Tari dengan pesawat Garuda, Kamis, 9 Agustus 2017 tepat  pukul 12.40 Wita. Simpai Nabas disambut ratusan orang yang mencintai, mengagumi, dan meneladaninya. Para pejabat, keluarga, rekan kerja, sahabat, dan ratusan atlet Kempo se-NTT turut serta menyambut dan memberi penghormatan terakhir baginya. Dari kargo Bandara El Tari, jenazah Simpai Nabas diarak ke ruang VIP pada pukul 13.02 Wita. Doa singkat pun berkumandang sebagai tanda syukur jenazah tiba kembali di Kupang dengan selamat dan lancar pada pukul 13.20 Wita.
Simpai Nabas diarak dengan agung dari Bandara El Tari Kupang menuju rumah duka pukul 13.25. Ratusan kendaraan dan masyarakat turut menjemput dan mengantar jenazah ke rumah duka. Memasuki area Jalan W.R. Mongonsidi  2, ratusan atlet Kempo NTT lintas usia telah membentuk pagar betis menyambut pelatih kebanggaan mereka. Jenazah tiba di depan Novanto Center pukul 14.20. Para pelatih senior Kempo NTT telah siap lengkap dengan pakaian atlet Kempo. Meski harus menahan haru, dengan tegas dan tegar mereka mengusung jenazah dengan berjalan kaki menuju rumah duka pada pukul 14.35.
Istri dan anak-anak serta keluarga besar tak mampu menahan duka mendalam atas kepergian suami dan ayah tercinta Barnabas nDjurumana yang telah mendedikasikan separuh hidupnya tidak hanya untuk keluarga namun untuk dunia Kempo NTT. Tak bisa dipungkiri nama besar NTT saat mewakili Indonesia di kejuaraan dunia rupanya menjadi sejarah terakhir sekaligus prestasi tertinggi Kempo NTT yang ia bina sejak awal didirikan di bumi Flobamora. Momen itulah yang tak ingin ia lewatkan sebelum purna tugas di dunia ini.
Sebelumnya, setelah sukses mendulang prestasi dunia di Amerika Serikat, Keluarga Besar Kempo NTT harus menerima dengan lapang dada kepergian pelatih Kempo legendaris Barnabas nDjurumana, SH ( Simpai Nabas ) di atas pesawat Cathay Pasific dengan nomor penerbangan CX  873 penerbangan dari San Fransisco menuju Hongkong pada pukul 04.00 waktu San Fransisco ( 4 Agustus  2017 San Fransisco) atau pukul 19.00 Wita ( 5 Agustus Indonesia ) karena sakit komplikasi jantung dan paru paru yang sudah lama ia derita.
Berita duka ini disampaikan langsung Ketua Harian KONI NTT, Andre Koreh melalui pesan Whatsapp Messenger.

Melalui pesan singkatnya, Andre menjelaskan sejak awal rencana keberangkatan kontingen Kempo NTT, pihaknya sudah menyarankan Simpai Nabas untuk tidak ikut mengingat kondisi sakit yang beliau alami. Namun, karena kecintaan dan kemauan kerasnya untuk melihat anak-anak didikannya bertanding di World Championship Shorinji Kempo, di San Mateo California USA sejak 27 Juli – 3 Agustus 2017, maka tim memutuskan untuk tetap mengikutsertakan Simpai Nabas untuk berangkat.

Menurut Andre, selama berada di Amerika, Simpai Nabas tak pernah membiarkan anak-anak didiknya berlatig sendiri. Ia selalu hadir menemani para atlet muda tersebut baik pada saat latihan maupun study session selama tiga hari terutama saat pertandingan berlangsung meski harus menahan dan melawan derita sakitnya.

Selebihnya di luar kegiatan tersebut, beliau memilih beristirahat di kamar 508 Hotel Embassy San Mateo hingga seluruh rangkaian acara selesai dan rombongan Indonesia kembali ke tanah air pada tanggal 4 Agustus dini hari pukul 00.10 waktu San Fransisco dengan Cathay Pasifik.
Ia menjelaskan, setelah tiga jam penerbangan pulang dari San Fransisco menuju Hongkong dari total waktu penerbangan 16 jam, Simpai Nabas sempat ke toilet beberapa kali. Namun, saat terakhir ke toilet, Simpai Nabas keluar dan langsung jatuh tidak sadarkan diri.

Seluruh awak pesawat termasuk pilot dan penumpang yang kebetulan berprofesi sebagai dokter turut membantu menyelamatkan Simpai Nabas, namun Tuhan berkehendak lain.

Pukul 04.00 dini hari waktu San Fransisco atau pukul 19.00 Wita waktu Indonesia, Simpai Nabas dinyatakan telah meninggal dunia.

Dalam keadaan seperti ini, pilot dan rombongan Kempo Indonesia yakni  Esthon Foenay dari Perkemi NTT dan Kusumo dari PB Perkemi serta Andre Koreh dari koni NTT berunding.

Meski awalnya pilot ingin mendaratkan pesawat ke bandara terdekat yaitu di Maryland. Namun, karena dalam percakapan tersebut semua berkeras agar perjalanan tetap dilanjutkan ke Hongkong, maka perjalanan pun diteruskan ke Hongkong.

Andre menambahkan saat ini  Jenasah Almarhum Barnabas nDjurumana sedang berada di rumah Sakit Bandara Hongkong dan jika tidak ada halangan diusahakan utk ikut diberangkatkan bersama rombongan siang ini ke Jakarta dengan penerbangan Cathay Pasific CX 777  pukul 08.40 Wita. Gubernur NTT, Frans Lebu Raya sudah mendapatkan berita duka ini dan sekarang sedang berusaha menghubungi KJRI Hongkong untuk urusan adminitrasi. Alternatif kedua, mengingat hari ini hari Sabtu, maka kemungkinan jenazah akan diberangkatkan ke Jakarta melalui pesawat yang sama pukul 13.00  Wita.

Ia berharap istri dan anak-anak Simpai Nabas tabah dan sabar menerima berita duka ini.
“Kita telah kehilangan seorag figur panutan dalam dunia Kempo.  Selamat jalan simpai Nabas. Kau boleh pergi meninggalkan kami. Tapi nama dan karyamu sebagai abdi negara, abdi masrakat dan juga sebagai seorang pelatih olahraga yang berkarakter tetap abadi di hati sanubari kami. Kau telah damai bersama Bapa di surga. Amin. Salam olahraga,” ujar Andre di akhir pesannya.

Simpai Nabas adalah sosok paling berpengaruh di balik berbagai prestasi nasional dan internasional cabang olahraga Kempo NTT. Prestasi terbaru yang dicapai NTT yakni meraih 7 medali emas di PON Bandung 2016 lalu dan menjadi juara ke-2 dunia di World Championship Shorinji Kempo, di San Mateo California USA sejak 27 Juli – 3 Agustus 2017 lalu.

Kualitas Simpai Nabas sebagai seorang pelatih dan pengasuh Kempo NTT tak bisa dipungkiri. Kapasitas sebagai seorang pelatih bahkan diakui Kempo Indonesia dan tim kempo dunia lainnya. Bagaimana tidak, berkat tangan dingin dan kualitas binaannyalah, atlet kempo NTT selalu berjaya di setiap laga.

Simpai Nabas dikenal sebagai seorang pelatih Kempo yang berkarakter, tegas, rendah hati, dan sangat disipilin. Setiap atlet Kempo paham benar arti kedisiplinan yang diterapkan Simpai Nabas. Kedisipilinan tersebut bahkan berakar kuat menjadi ciri para atlet Kempo NTT tak hanya di saat bertanding tapi juga saat latihan berlangsung.

Kempo Indonesia pun mengakui pola pembinaan Kempo NTT yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan.  Para atlet NTT pun sering meraih gelar sebagai atlet Kempo terbaik se-Indonesia. Regenerasi atlet Kempo NTT pun selalu dilakukan sehingga selalu ada atlet baru yang melanjutkan prestasi atlet terdahulu dan kualitas para atlet lintas angkatan pun tetap terjaga dengan baik bahkan terus meningkat dari tahun ke tahun.

Kempo NTT selalu menenempati posisi teratas di berbagai kejuaraan nasional. Maka tak heran, tim Kempo NTT dipercaya mewakili Indonesia di kejuaraan dunia yang diselenggarakan di Amerika Serikat.

Tak perlu diragukan lagi, 99 persen keunggulan dan prestasi atlet Kempo NTT hingga saat ini terjadi berkat tangan dingin, dedikasi, keuletan, kesabaran, dan pembinaan berkarakter seorang legendaris Simpai NTT, Nabas Ndjoroemana.

Kini, Simpai Nabas telah mengakhiri pertanding yang sempurna. Ia telah pergi usai melaksanakan tugasnya membawa nama NTT terpatri manis di jajaran negara-negara dunia. Tak tanggung-tanggung dedikasinya selama bertahun-tahun menempatkan NTT-Indonesia di posisi kedua setelah Jepang.

Kini ia melanjutkan perjalanan ke rumah Bapa dengan tenang dan damai. Simpai Nabas bukan hanya pelatih legendari atlet Kempo NTT namun telah menjadi Bapak Kempo NTT. Doa dari segenap atlet Kempo NTT, Indonesia, dan dunia akan selalu ada untukmu. Seluruh NTT berduka atas kepergiamu. Semoga teladan dan dedikasimu mampu menginspirasi para atlet dan calon atlet Kempo NTT bahkan dunia. Selamat jalan Simpai Nabas. Selamat jalan Bapak Kempo NTT. Salam Olahraga.