11 Orang Kontak Erat dengan EV Reaktif Rapid Test

berbagi di:
PULANG RUMAH: Suasana pemulangan 133 pelaku perjalanan yang menumpang KM Lambelu usai menjalani karantina terpusat di Kota Maumere, Jumat (31/7) siang. (Foto:Yunus Atabara/vn)

PULANG RUMAH: Suasana pemulangan 133 pelaku perjalanan yang menumpang KM Lambelu usai menjalani karantina terpusat di Kota Maumere, Jumat (31/7) siang. (Foto:Yunus Atabara/vn)

 

Yunus Atabara

HASIL trecking terhadap EV (19), pelaku perjalanan yang dinyatakan positif Covid-19, ditemukan 38 orang yang melakukan kontak erat.

“Dari 38 orang tersebut, 11 orang diantaranya reaktif rapid test. Semua kontak erat yang hasilnya reaktif langsung dikarantina di lokasi karantina terpusat di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sikka,” jelas Jurubicara Satgas Covid-19 Sikka Petrus Herlemus di Kantor Dinas Kesehatan Sikka, Sabtu (1/8).

Ia menjelaskan, dari 11 orang yang reaktif, termasuk EV, sudah swab test. Dan sampel swab test dikirim ke Kupang guna dilakukan pemeriksaan di laboratorium Molekuler RSUD WZ Johannes, Kota Kupang.

“Yang reaktif kami sudah lakukan swab test. Sampelnya dikirim tadi ke Kupang. Mudah-mudahan 1-2 hari ini sudah bisa keluar,” bebernya.

EV (19), pemuda asal Kecamatan Lela yang baru pulang dari Kalimantan Selatan, keluar dari Kalsel 12 Juli 2020. Tiga hari sesudahnya, EV tiba di Bandara Frans Seda Maumere.

Saat diperiksa Satgas Covid Sikka di bandara, EV menunjukkan hasil rapid test dari tempat kedatangannya. Diketahui hasil rapid testnya adalah nonreaktif. Dia pun langsung menuju rumahnya di Desa Hepang.
Seminggu kemudian, Tim Satgas Covid Sikka menjemput EV di rumahnya.

Sebelum naik pesawat, EV sempat menjalani pemeriksaan swab test. Hasil belum keluar, tapi EV sudah melanjutkan perjalanan ke Maumere. Dan hasil swab test baru keluar 22 Juli 2020.

Tim Satgas Covid Sikka awalnya membawa EV ke karantina terpusat. Namun penghuni lokasi karantina keberatan. Akhirnya EV dibawa ke ruang isolasi Kantor Dinas Kesehatan.

Sedangkan mahasiswa Unipa Maumere yang dikabarkan kontak erat dengan EV, dipastikan nonreaktif. Hasil rapid test. “Tadi sore, 5 orang mahasiswa sudah rapid test. Hasilnya nonreaktif,” ujar Petrus.

Satgas masih menunggu seorang mahasiswa yang belum melakukan rapid test. Rencananya Senin (3/8) baru dilakukan rapid test. “Tadi pagi ada orang dari Unipa Maumere sampaikan kalau enam mahasiswa yang KKN di Lela sempat kontak erat dengan pasien positif,” pungkasnya.
Dipulangkan ke Rumah

Sementara itu, sebanyak 133 dan total 135 pelaku perjalanan yang turun dari KM Lambelu di Pelabuhan Larantuka, dipulangkan dan akan menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing.

Mereka tidak menunjukkan gejala, sehingga semua dipulangkan. Kecuali ada dua orang (pasutri) yang masih bertahan di karantina atas keinginan sendiri di Gedung Sikka Convention Centre (SCC).

Terpisah, Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo meminta para pelaku perjalanan agar melaporkan diri secara jujur kepada petugas kesehatan agar bisa dilakukan deteksi dini guna pencegahan penularan. (*/R-2/ol)