110 Ton BBM “Lenyap” tak Berbekas

berbagi di:
img-20200212-wa0081

Asap tebal membumbung tinggi dari atap gudang BBM milik APMS Seba, kemarin siang. Pospera Sabu Raijua meminta Polres Sarai untuk lebih transparan dalam pengungkap kasus BBM milik oknum polisi. Foto: Yulius/VN

 

Yulius Boni Geti

Belum jelas penanganan kasus penggerebekan 50 ton atau 26 drum BBM milik oknum polisi Polres Sabu Raijua (Sarai), Minggu (2/2) lalu, kini publik Sarai kembali dikejutkan dengan terjadinya kebakaran pangkalan Agen Penyalur Minyak Subsidi (APMS) Seba, Rabu (12/2) siang sekitar pukul 13.30 Wita.

Sebanyak 110 ton BBM yang berada dalam pangkalan APMS milik pengusaha Zainal Alboneh alias Aba Zen di Jalan Trans Seba Bolou, RT 08/RW 04 Dusun II, Desa Robo Aba, Seba, Kabupaten Sarai tersebut, lenyap tak berbekas karena terbakar. (lihat grafis)

Tidak ada korban dalam kejadian ini. Solar industri yang berhasil diselamatkan sebanyak 47 drum sisanya BBM sebanyak 110 ton ludes terbakar.

Pantauan VN, Kapolres Sarai AKBP Yakobus Siubelan, Kabag Ops Kompol Pieter M Johannis, Kapolsek Sabu Barat Kompol Samuel Simbolon, Kepala BPBD Javid Ndu Ufi, Ketua Komisi III DPRD Sarai, Leonidas VC Adoe hadir di lokasi kejadian menyaksikan proses pemadaman api.

Dengan dua unit mobil Damkar milik BPBD, satu unit dari Sabhara Polres dan satu unit milik Bandara Terdamu, api baru bisa dijinakkan setelah hampir tiga jam. Belasan mobil tanki air ikut membantu menyuplai air untuk mobil Damkar.

Kapolres Yakobus Siubelan menolak memberikan keterangan pers. Ia menyarankan wartawan konfirmasi langsung kepada Abbah Zen.

“Saya tidak bisa bicara. Tanya langsung ke pemiliknya saja” ujarnya sambil berlalu menuju mobilnya untuk pulang.
Martinus Djeru Logo, salah satu karyawan APMS, mengaku ia bersama beberapa teman baru selesai mengeluarkan BBM untuk pengecer, lalu istirahat makan. Tiba-tiba terlihat asap dari dalam dan api langsung membesar.

“Saya bersama teman baru habis kasih keluar BBM untuk pengecer. Kami lihat ada asap dari dalam dan langsung besar. Saya langsung jalan kasitau Aba Zen di rumahnya. Kami tidak bisa buat apa-apa,” ucapnya.

Abbah Zen belum berhasil dihubungi. “Abbah tidak ada di sini, mungkin di rumahnya,” kata seorang petugas APMS.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Johanes Bangun mengatakan, kebakaran tersebut menghanguskan 110 ton atau 550 drum BBM berbagai jenis, baik solar, premium, pertalite dan minyak tanah.

“Api baru bisa dipadamkan tepat pukul 15.30 Wita. Penyebab dan sumber api kebakaran belum diketahui, masih dalam penyelidikan,” ujarnya.

 

 

Kapolres Transparan
Ketua DPC Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Sabu Raijua Edwar Bunga menilai, Polres Sarai terkesan sangat tertutup dalam mengungkapan masalah penggerebekan BBM milik Kapolsek Sabu Barat pada Minggu (2/2) lalu.

Untuk itu, Polres Sarai dan Pemkab Sarai diminta tidak lebih transparan, bersikap tegas, dan tidak perlu mendiamkan kasus itu.

“Harusnya penggerebekkan kemarin menjadi kabar baik bagi masyarakat Sarai. Namun hasil rapat tertutup Jumat (8/2) lalu menimbulkan keraguan bagi supremasi hukum di Sarai,” tegasnya.

Sekretaris DPC Pospera Ferdy Ado meminta agar pihak penegak hukum dalam hal ini Polres Sabu Raijua supaya proses Kapolsek Sabu Barat sesuai hukum yang berlaku. apalagi Kapolsek adalah penegak hukum tapi sementara melanggar hukum itu sendiri. (yul/R-2)