12 Ekor Sapi Warga Alak Tewas Tertimpa Pagar

berbagi di:
img-20200212-wa0064

 

 

 

Sebanyak 12 ekor sapi milik Nehemia Zacharia (55), warga RT 14/RW 05 Kelurahan Manulai 2, Kecamatan Alak, Kota Kupang, tewas di tempat akibat tertimpa tembok pagar yang ambruk, Rabu (12/2) pukul 14.15 Wita. Selain belasan sapi, salah seorang warga, Papi Darmi Zacharia (22), warga RT 14/RW 05 Kelurahan Manulai 2, terluka.

Tembok pagar rumah yang runtuh itu milik Nehemia Dafa (60), warga RT 04 Kelurahan Oesapa Barat. Tembok ambruk setelah hujan deras menerpa wilayah setempat, kemarin.

Saat itu, satu unit mobil dump truck “Talenta” nomor polisi L9578AY yang dikemudikan Jengli Mata (28), sedang maju-mundur di pekarangan rumah Nehemia Dafa menurunkan tanah putih guna memadatkan pekarangan rumah. Mendadak tembok penahan material tanah putih dengan ketinggian kurang lebih tujuh meter, ambruk dan menimpa belasan ekor sapi yang berada di kandang langsung di bawah pekarangan rumah Nehemia Dafa.

Dari 13 sapi yang ada di dalam kandang, hanya 1 ekor yang lari sehingga tidak tertimpa reruntuhan. Sedangkan 12 lainnya tewas di tempat akibat tertimpa material.

Warga setempat, Papi Darmi Zacaria (22) yang sedang berteduh di kandang sapi, juga terkena reruntuhan sehingga menderita luka-luka, dan dilarikan ke rumah sakit.

Migel, warga setempat yang diwawancarai di lokasi kejarian, kemarin, mengatakan, tembok penahan halaman rumah diduga tak kuat menahan beban material tanah putih serta dump truck. Apalagi temboknya tinggi sekitar 7 meter dan tepat di bawahnya ada kandang sapi.

Terpisah, Lurah Manulai 2 Meksain Mauk mengaku pihaknya sudah turun langsung dan melihat kejadian tersebut. Informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, 12 ekor sapi yang tewas itu dibawa ke rumah Nehemia Dafa di Oesapa Barat.

Pantauan VN di lokasi pukul 19.00 Wita semalam, tembok penahan yang panjangnya sekitar 50 meter, dan yang ambruk sekitar 40 meter. Tampak bebatuan dan tanah putih berserakan di lokasi kejadian. Sebuah dump truck terlihat terjebak di tengah-tengah material dengan kondisi semua rodanya terbenam tanah putih dan dalam keadaan miring.

Tampak ‘longsor’ sudah nyaris mencapai fundasi rumah. Puluhan warga tampak hanya menonton dan tak berani mendekat. Babinkantibmas Kelurahan Manulai 2 Aipda Bonevantura T Luma bersama seorang warga terlihat memasang pembatas agar warga tidak boleh mendekat. (mg-25/R-2)