125 Siswa SD Tour ke CIMB Niaga Kupang

berbagi di:
foto-hal-10-tour-de-bank-cimb-niaga-edisi-300919

Komisaris Independen CIMB Niaga, Jeffrey Kairupan (tiga dari kiri), Kepala OJK NTT Robert Sianipar (dua dari kiri), dan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Kupang, Dumuliahi Djami serta pejabat Bank CIMB Kupang pose bersama perwakilan siswa SD dalam acara Tour De Bank CIMB Niaga di Kupang, Sabtu (28/9). Foto: Polce Siga/VN

 

 

Polce Siga
Sebanyak 125 siswa sekolah dasar (SD) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengikuti program Tour de Bank CIMB Niaga yang berlangsung di Kantor Cabang CIMB Niaga Kupang, Jalan W.J Lalamentik Oebobo, Sabtu (28/9). Ratusan siswa itu berasal dari lima sekolah pilihan dalam program CSR bank yang berkantor pusat di Malaysia ini.

Acara Tour De Bank dibuka Komisaris Independen Bank CIMB Niaga, Jeffrey Kairupan yang dihadiri Kepala OJK NTT, Robert HP. Sanipar, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Dumuliahi Djami, dan Senior Branch CIMB Niaga Kupang Antonius Aten serta Community Development Group Head CIMB Niaga Susi Hermanses. Lima sekolah yang terlibat dalam program ini antara lain SD SAKB, SD Kristen Hosana, SD Katolik Rosa Mustica, SDI Bertingkat Kupang, dan SD Muhammadyah Kupang. Selain melihat kegiatan di bank, ratusan siswa ini mengikuti lomba video games, zona cermat angka, dan zona pojok kreatifitas daur ulang.

Dalam Tour De Bank itu para siswa juga menampilkan berbagai performance berupa tarian tradisional dan puisi oleh SD Muhamadiyah, modern dance dan tarian Oelanak dari SD SAKB dan tarian kreasi dan taekwondo dari SD Kristen Hosana. Begitupun tarian kontenporer dari SD Katolik Rosa Mustica, tarian adat Maumere (kreasi baru), puisi, solo vocal dari SD Bertingkat.

Komisaris Independen Bank CIMB Niaga, Jeffrey Kairupan saat membuka kegiatan Tour De Bank mengatakan, Bank CIMB Niaga mempunyai program CSR termasuk bidang pendidikan. Menurutnya, kegiatan Tour De Bank ini untuk mengenalkan para siswa tentang literasi dan iklusi keuangan.

“Acara seperti ini memang kita khusus buat anak-anak SD. Mereka datang ke dalam bank dan melihat apa yang dilakukan bank dan prosesnya,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, progran Toru program Tour De Bank juga untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang keuangan dan perekonomian suatu negara. Menurutnya, pemahanan ini menjadi ukuran negara maju dan negara berkembang.

“Masyarakat harus memahami apa peran dari sektor keuangan, sektor perekonomian yang merupakan salah satu pilar kemajuan bangsa,” ujar Jeffrie.

Ia mengatakan, anak-anak sejak dini harus memahami inklusi keuangan dan literasi keuangan. Menurutnya, inklusi keuangan di negara-negara maju tidak lagi memakai uang cash, tapi digital.

“Jadi di masyarakat maju uang tunai sudah tidak begitu pakai lagi. Jadi orang semua sudah pakai kartu-kartu dengan handphone untuk melakukan transaksi keuangan,” katanya.

Selain itu, terkait dengan literasi masyarakat harus memahani bagaimana risiko keuangan dalam sektor asuransi maupun kartu kredit dan lainnya. Kehadiran CIMB di Kupang memberikan edukasi kepada para siswa terkait literasi dan iklusi keuangan.

“Kami datang ke Kupang, harapan kami mengambil bagian memberikan edukasi kepada anak-anak. Ada game, ada permainan secara non formal yang bisa memberikan pemahanan kepada anak-anak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala OJK NTT Robert N. Sianipar mengatakan, OJK mempunyai tugas mengatur, mengawasi dan melindungi semua konsumen pengguna jasa keuangan. Jasa keuangan bukan hanya bank, tapi asuransi, pegadaian dan perusahaan pembiayaan keuangan.

“OJK juga melakukan fungsi edukasi dan perlindungan konsumen. Yang diedukasi itu seluruh lapisan masyarakat. Tahun ini kami melakukan edukasi segmen mahasiswa pelajar dan usaha UMKM,” katanya.

Robet mengatakan, untuk NTT angka literasi (pemahaman produk keuangan) baru mencapai 28 persen), namun angka ini cukup tinggi jika dibandingkan dengan sejumlah provinsi lainnya di Indonesia. Begitupun iklusi keuangan (penggunaan sektor keuangan) yang mencapai 62 persen.

“Kami menyambut baik acara yang dilakukan dalam CRS Tour De Bank. Kamai ucapkan terima kasih kalau Kota Kupang dipilih dalam acara Tour De Bank,” ujarnya.

Selain itu, acara ini juga mendorong anak-anak untuk gemar menabung yang pemerintah sudah mencanangkan 20 Agustus sebagai Hari Menabung. Artinya mendorong kembali kebiasaan menabung yang dimulai sejak kecil.

“Nah ini penting meningkatkan kebiasaan menabung dan kecerdasaan agar uang jajan jangan dibelanjakan semuanya. Di CIBM Niaga ada produk simpanan pelajar (simpel),” kata Robert.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Dumuliahi Djami mengatakan, kegiatan Tour De Bank sangat membantu anak-anak dalam memahami sektor keuangan terutama dalam program simpanan pelajar (simpel). Apalagi anak-anak diberikan tabungan masing-masing Rp150.000. Karena itu, ia berharap orangtua harus menambah tabungan anak-anak menabung sejak usia dini.

“Ini sebenarnya Bank CIMB Niaga sementara memberikan dorongan kepada kita dan Dinas Pendidikan juga sesegera mungkin mengimbau kepada sekolah agar setiap siswa wajib memiliki tabungan,” ujarnya. (pol/E-1)