18 Desa Ikut Pelatihan KPSPAMS

berbagi di:
foto-hal-13-foto-bersama-malaka

Kepala Dinas PUPR Malaka,Yohanes Nahak berpose bersama peserta KPSPAM dari 18 Desa di Aula Hotel Ramayana Betun, Rabu (9/10).

 

 
Wilfridus Wedi

Dinas PUPR kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur memberikan pelatihan bagi peserta dari 18 Desa yang termasuk kelompok pengelola sistem penyediaan air minum dan sanitasi(KPSPAMS)di Hotel Ramayana, Betun. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari mulai Rabu, 9-12 Oktober.

Kepala Dinas PUPR Malaka Yohanes Nahak, saat diwawancara VN, mengatakan, salah satu upaya pemerintah untuk mewujudkan 100 persen akses air minum dan sanitasi layak yaitu melalui program pamsimas. Namun program tersebut tergantung pada kompetensi sumber daya manusia karena masyarakat merupakan pelaku utama(Primer Actus)dalam program tersebut.

“Program tersebut sudah berjalan dengan baik karena dimonitor secara langsung oleh fasilitator namun menjadi problem adalah tingkat kepedulian masyarakat masih minim terkait sarana dan prasana yang dibangun oleh pemerintah sehingga perlu ada penguatan koordinasi di level desa agar fasilitas yang ada dipelihara(Maintance)secara baik oleh masyarakat,” katanya.

Ia mengatakan, pelatihan tersebut merupakan ajang bertukar pikiran sehingga bisa dimplementasikan secara baik sesuai permasalahan yang dihadapi.

“Program ini kan secara berkelanjutan, jadi peserta yang ada dibekali secara teknis dan nonteknis agar bisa mengelola aset daerah secara bertanggung jawab dan berkesinambungan.

Dia menambahkan, untuk menjawabi kebutuhan masyarakat terkait air bersih pemerintah daerah telah menyuplai 12 tangki air yang tersebar di 12 kecamatan dan sudah berjalan secara optimal,namun menjadi kendala adalah akes jalan masuk sehingga ada beberapa desa belum bisa terjangkau secara baik.

“Sejauh ini,pemerintah sudah melakukan upaya secara optimal untuk menjawabi kebutuhan air bersih. Akses jalan masuk ini menjadi problem .Jadi perlu koordinasi dan penguatan lintas sektor sehingga menjawabi persoalan yang ada.

Ia mengingatkan masyarakat agar sarana dan prasana yang sudah dibangun oleh pemerintah dimanfaatkan secara baik.

“Kunci utamanya ada di masyarakat untuk memelihara fasilitas yang ada karena air itu merupakan kebutuhan yang sangat vital jika tidak dijaga secara baik,konsekuensi akhirnya yang mereka nikmati.Pemerintah hanya sebagai fasilitator sesuai kebutuhan yang ada,” tuturnya.

Sementara, Koordinator Program Pamsimas Malaka,Yohanes Gaspar Nahak,mengatakan untuk memberikan pemahaman dan peningkatkan kapasitas
pengetahuan kepada kelompok pengelola sanitasi dan penyediaan air minum(KPSPAM)agar bisa mengelola sarana dan prasana secara kontinyu.

“Pelatihan ini kan sudah masuk tahun kedua,jadi kita hanya memberikan penguatan dan perekatan kepada kelompok pamsimas terutama desa-desa yang sudah diintervensi agar bisa memilahara fasilitas yang ada secara baik,” katanya.

Namun, yang menjadi kendala utama(Main Trouble) adalah legalitas dari pengurus karena belum memiliki surat keputusan dari desa.

“Melalui pelatihan ini,kita berdiskusi bersama untuk mengambil langkah konkrit sehingga kehadiran mereka bisa diakui oleh masyarakat melalui legalitas resmi dari desa,” ungkapnya.

Yoga mengatakan, desa-desa yang diintervensi mengalami komplain terkait kebutuhan air bersih.

“Memang benar ada keluhan dari masyarakat faktor utamanya adalah musim kemerau sehingga penurunan debit di sumber mata air tapi tidak sampai kering dan masih bisa dilayani dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” katanya.

Pihaknya berencana di tahun 2020 akan menambah 28 desa agar bisa menjawabi kebutuhan yang ada.

“Karena dari Tahun 2017-2019 ada 28 desa yang sudah diintervensi sehingga tahun depan kita mengusulkan 28 desa lagi,itupun tergantung daru kebijakan dan keputusan pemerintah daerah karena proses pembiayaan dibebani dari APBD II.Oleh karena itu kita mengharapakan kepada masyarakat agar fasilutas yang ada bisa dimanfaatkan secara baik dan berkelanjutan,”Tandasnya.

Salah seorang peserta dari Desa Nunpoli, Kasianus Blupur, menyampaikan terimakasih kepada pemerintah daerah terutama dinas PUPR Malaka, sudah memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menguatkan dan meningkatkan kemampuan kami sehingga bisa diimplementasikan kepada masyarakat terkait proses pengelolaan air minum dan sanitasi. (mg-24/S-1)