18 Siswa SMPK Theresia Bertolak ke Australia

berbagi di:
img-20190814-wa0034

Para siswa bersama orangtua saat akan berangkat ke Australia di Bandara El Tari Kupang. Foto: Istimewa

 

 

Sebanyak 18 siswa SMPK St. Theresia Kupang bertolak ke Australia, Rabu (15/8).

Mereka akan mengikuti program pertukaran pelajar selama dua minggu di Australia.

“Mereka berangkat hari ini sampai tanggal 25 Agustus di Australia dan kembali ke Kupang 28 Agustus nanti,” ujar salah satu orangtua siswa Toesni Netta kepada VN.

Ia mengaku senang dan bangga putrinya Divatania Bokorawk terpilih dalam seleksi ini dan menjadi ketua tim bagi para siswa dalam program tersebut.

Menurutnya, sebagai orangtua ia dan suami memberikan perhatian yang cukup intens agar putrinya bisa melewati tahapan seleksi dan persiapan dengan baik.

“Selama masih persiapan Diva sangat sibuk. Pulang sekolah tiba di rumah jam dua. Lalu harus kembali pukul 15.30. Bahkan weekend pun harus ke sekolah untuk persiapan. Kami bahagia dan bangga, karena proses yang dia lewati itu sungguh luar biasa,” ungkapnya.

Dalam seleksi pun, kata dia, Diva menunjukan kemampuan pribadi yang diapresiasi oleh para pembimbing.

Diva Seran, salah satu siswa SMPK Theresia sekaligus ketua kelompok siswa pertukaran pelajar. Foto: Istimewa
Divatania Bokorawk, salah satu siswa SMPK Theresia sekaligus ketua kelompok siswa pertukaran pelajar. Foto: Istimewa

“Diva mampu berbagi dan mendukung temannya dalam proses belajar bahasa Inggris walaupun sedang berkompetisi. Dia rela membagi ilmunya dan tidak pernah berpikir bahwa ini adalah persaingan. Sebagai orang tua saya bangga karena Diva berkarakter. Kami banyak menemui orang cerdas dan pintar tapi tidak berkarakter. Diva menunjukkan hal lain bagi kami,” ujarnya bangga.

Ia berharap lewat program ini putrinya Diva dan siswa lain bisa menggunakan kesempatan untuk memperdalam bahasa Inggris dan belajar cara berpikir kritis serta kreatif para siswa dan sistem belajar di Australia.

“Saya pesan Diva selalu rendah hati Diva boleh jauh dari rumah dan orang tua tapi jangan pernah jauh dari Tuhan dalam doa dan ekaristi,” tambahnya.

Sementara Divatania Bokorawk saat transit di Bali melalui pesan whatsapp mengaku senang bisa mendapatkan kesempatan dan pengalaman ini.

Ia mengatakan proses seleksi dan persiapan cukup ketat dan melelahkan namun semua bisa dilalui dengan baik.

“Ada tes tertulis dan tes wawancara dalam bahasa Inggris juga tes kemandirian. Puji Tuhan bisa lewati semua,” ungkapnya.

Diva mengaku senang diberi kepercayaan menjadi pemimpin dalam tim meski agak gugup karena tanggung jawab sebagai pemimpin tentu lebih besar.

Ia berharap bisa menjalankan tanggung jawab dengan baik bersama para siswa lain selama berada di Australia dan belajar banyak hal demi masa depan.

Ia menambahkan selama di Australia, ia dan teman-teman tak hanya belajar tentang sistem pendidikan namun juga memperkenalkan budaya NTT dan Indonesia di sana.

“Doakan kami semoga bisa menampilkan yang terbaik dan program ini bisa berjalan lancar,” tambahnya. (bev/ol)