2.350 Hewan Dikurbankan di NTT

berbagi di:
sapi

TARIK SAPI : Para petugas Masjid Agung Al’Baitul Qadim Airmata, berusaha menarik sapi warna hitam bantuan Presiden Jokowi yang hendak disembelih pada pada Jumat (31/7) kemarin. (Foto:Nahor Fatbanu)

 

Rafael L Pura
PERAYAAN Idul Adha 1441 H tahun ini berlangsung di tengah persoalan besar, pandemi covid-19 yang melanda umat manusia. Namun demikian, tak menyurutkan empati warga NTT untuk membangun kehidupan bersama di NTT.

Terdata, sebanyak 2.350 ekor hewan dikurbankan di seluruh masjid di Provinsi NTT. 2.350 ekor hewan tersebut terdiri dari 843 ekor sapi dan 1.507 ekor kambing.

Selain itu, Presiden Jokowi juga menyumbangkan dua ekor sapi dan diserahkan kepada Masjid Al Baitul Qodim, Air Mata dan Masjid Babu Rahman Kayu Putih, pada Jumat (31/7) lalu. Sedangkan Pemerintah Provinsi NTT menyumbangkan 54 sapi kurban ke masjid-masjid di kabupaten/kota.

Di Masjid Babu Rahman, sebanyak 27 ekor hewan dikurbankan, terdiri dari delapan ekor sapi dan 19 ekor kambing. Delapan sapi itu, masing-masing sumbangan dari Pemrov NTT, Bank NTT, Pajak Pratama Atambua, Haji Ismail dan lainnya dan dari partisipasi jamaah masjid.

Berbagi Iklas
Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi (JNS) mengajak seluruh masyarakat NTT untuk saling berbagai sambil meneladani Ibrahim, yang rela mengorbankan anak tunggalnya. Dengan sikap berkorban, akan membawah berkah bagi kehidupan bersama.

Hari Raya Idul Adha, katanya, merupakan pernyataan komitmen. Nabi Ibrahim dalam kesetiaannya kepada Allah menyatakan kesediannya untuk mengorbankan anaknya yang tunggal, Ismail. Baik Ibrahim maupun Ismail, sama-sama memiliki keyakinan dan keteguhan hati akan kehendak Tuhan.

“Belajar dari kedua tokoh agung ini, komitmen yang sunggu harus lahir di dalam hati dan dipancarkan lewat perbuatan yang nyata. Pemberian hewan kurban merupakan salah satu upaya konkret mengamalkan ketakwaan kepada Allah,” kata JNS saat menyerahkan sapi kurban di Masjid Al Baitul Qodim-Airmata.

JNS melanjutkan, pemberian hewan kurban adalah simbol penyerahan diri, dan wajib dilakukan dengan penuh ketulusan hati. Kerelaan berkorban untuk kepentingan yang lebih besar harus menjadi buah dari penyembelihan hewan kurban.

Ketua Tamir Masjid Babu Rahman Nusa Bunga, Abas Kasim mengatakan, Idul Adha tahun ini merupakan momen yang sangat berharga, sebab dirayakan di tengah pandemi covid-19. “Maka hari Raya Idul Adha ini datang pada saat yang tepat, bisa memberikan kepedulian terhadap masyarakat,” katanya.

Mesjid Al Baitul Qodim Airmata, merupakan mesjid tetua di Kota Kupang, yang dibangun pada tahun 1806. Mesjid ini juga merupakan satu dari 100 mesjid tertua di Indonesia.

Ketua Panitia Kurban Masjid Al Baitul Qodim menyampaikan terima kasih atas bantuan sapi dari Presiden Jokowi. Daging sapi kurban itu akan dibagikan kepada warga yang membutuhkan. (C-1/ol)