23 Anak Penderita Bibir Sumbing Dapat Operasi Gratis dari Smile Train

berbagi di:
img-20201127-wa0012

 

Dua orang anak bersama orangtuanya berpose bersama pengurus Smile Train Indonesia usai mengikuti operasi bibir sumbing di RST Wirasakti Kupang, Jumat (27/11). Foto:Sinta/vn.

 

 

 

Sinta Tapobali

 

 

SEBANYAK 23 anak penderita bibir sumbing yang berasal dari beberapa kabupaten/kota di NTT, mendapatkan fasilitas operasi gratis dari Smile Train. Operasi ini berlangsung di RST Wirasakti, Jumat (27/11) pagi hingga selesai.

“Operasi ini dilakukan oleh tim dokter dari Smile Train yang berasal dari Yayasan Anugerah Sentosa Surabaya dengan diketuai oleh dr Agus Santoso,” jelas Nickson Benu selaku Koordinator Wilayah NTT Smile Train Indonesia ketika ditemui VN, di RST Wirasakti Kupang.

Nickson mengatakan bahwa operasi ini merupakan bentuk kepedulian dari Smile Train kepada anak-anak penderita bibir sumbing yang ada di NTT.

Smile Train sendiri merupakan sebuah badan amal internasional untuk anak-anak yang memberikan operasi perbaikan sumbing 100% gratis serta perawatan sumbing secara komprehensif kepada anak-anak.

Nickson dalam bincang-bincangnya bersama VN juga mengatakan bahwa operasi gratis bibir sumbing ini bukan yang pertama kali dilakukan. Menurutnya Smile Train telah banyak membantu para penderita bibir sumbing yang berasal dari berbagai kabupaten di NTT yang merupakan anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Operasi yang diberikan tidak dipungut biaya sepeserpun dan rata-rata usia anak yang mengikuti operasi ini berkisar mulai dari usia 3 bulan hingga 2 tahun.

Dikatakannya, sumbing sendiri merupakan suatu kelainan yang bisa diperbaiki dan semakin dini si anak menjalani perawatan, semakin besar peluang untuk hidup normal.

‘’Jika dioperasi saat dewasa, biasanya anak cenderung tetap sengau saat bicara,’’ jelasnya.

Ia melihat selama ini anak-anak yang memiliki kelainan bibir sumbing sering terisolasi dan isolasi itu sering menghambat mereka untuk mendapat pendidikan yang layak. Bahkan, banyak yang akhirnya tidak bersekolah dan lebih ironisnya lagi, kebanyakan anak yang menderita sumbing lahir dari keluarga tidak mampu.

Untuk itu Smile Train berkomitmen untuk menjadikan anak-anak Indonesia, khususnya di NTT untuk hidup dalam senyuman sehingga tidak perlu ada lagi anak yang harus minder karena kondisi yang mereka alami. (Yan/ol)