3.649 Peserta Ikuti Test CPNS di Malaka

berbagi di:
PNS

 

 

 

Wilfridus Wedi

Sebanyak 3.649 peserta mengikuti test CPNS di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Peserta memperebutkan 158 formasi yang sudah ditetapkan oleh Kemenpan-RB. Formasi terdiri dari formasi kesehatan 58 orang, pendidikan 55 orang, dan teknis 45 orang.

Test berlangsung di Aula Kantor Bupati Malaka Rabu,19-26 Februari 2020.

Asisten III Kabupaten Malaka Yoseph Parera kepada VN mengatakan Bupati Malaka Stef Bria Seran dan seluruh jajaran berharap seleksi yang dilakukan tahun ini bisa melahirkan ASN yang lebih berkualitas untuk ditempatkan di SKPD yang ada.

“Sebagai kabupaten baru tentu kita masih mengalami kekurangan tenaga. Jadi,seleksi tes CPNS hari ini dengan harapan bisa mengisi lowongan yang ada,” ujarnya.

Peserta tes CPNS dibagi dalam lima sesi, dimana sesi pertama berjumlah 100 orang.

“Jadi setiap hari ada lima sesi terdiri dari 500 orang yang akan mengikuti seleksi dengan harapan peserta yang ada semuanya lulus sesuai dengan formasi yang dibutuhkan,” jelasnya.

Ia mengaku pada sesi pertama sempat ada kendala yaitu jaringan eror namun bisa diatasi dengan baik oleh tim teknisi. Selebihnya, ia berharap tak ada kendala hingga akhir.

“Kerja dan memperhatikan soal secara teliti sehingga bisa memberikan harapan bagi mereka selanjutnya,” pesannya kepada para peserta.

Pantauan VN, di lokasi peserta test CPNS sedang antri menunggu giliran untuk mengikuti tes sesuai dengan sesi yang ditentukan oleh panitia penyelenggara penerima CPNS.

Sementara, Kepala BPKSDM Flora Fahik mengatakan dalam sesi pertama, 11 peserta lolos sedangkan di sesi kedua ada 27 orang. Masing-masing peserta mendapat nilai TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), TK (Tes Kepribadian), TIU (Tes Intiligensi Umum) bervariasi namun belum ada yang menonjol. Ada pula peserta yang tidak jadi mengikuti tes karena alasan yang tidak jelas.

“Di sesi satu dan dua empat orang tidak ikut. Enam peserta tidak ikut juga di sesi ketiga,” jelasnya.

Salah seorang peserta tes CPNS Rogasianus R. Nahak menuturkan ini tes ini merupakan sebuah kompetisi , setiap peserta mendapatkan nilai yang terbaik. Namun, sebelum mengikuti tes membutuhkan sebuah proses dan perjuangan yang panjang sehingga bisa memperoleh hasil yang optimal sesuai dengan harapan.

“Tentu, dari peserta yang ada memiliki persiapan yang matang tapi masing-masing peserta tetap optimis lolos. Jika tidak lolos masih ada kesempatan atau pekerjaan lain yang bisa kita cari.Jika lolos,syukur pada Tuhan karena semua yang diberikan indah pada waktunya,” tambahnya (bev/ol)