300 kg Bibit Jagung Siap Tanam di Lokasi TJPS Ainiba

berbagi di:
img-20200910-wa0026

 

Kadis pertanian dan Ketahanan Pangan Belu, Gerardus Mbulu meninjau lokasi TJPS di areal persawahan irigasi Ainiba, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakukuk Mesak, Kamis (10/9).

 

 

 

Mutiara Malehere

 

REALISASI Program Pemerintah Provinsi NTT terkait Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) di Kabupaten Belu diwujudkan dengan menyiapkan lahan seluas 220 hektare yang tersebar di delapan kecamatan.

Dari 220 hektare lahan pertanian yang disiapkan tersebut, masyarakat kelompok tani telah menggarap lahan seluas 52 hektare sesuai dengan kondisi lapangan dan ketersediaan air.

Pantauan VN, salah satu lokasi percontohan program TJPS di areal persawahan Ainiba, Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak yang telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare dengan pengairan irigasi yang bersumber dari Bendungan Rotiklot.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu bersama tim pendamping penyuluh pertanian didampingi Kades Fatuketi Markus Y Taus meninjau lokasi untuk memastikan persiapan lahan yang rencananya akan melaksanakan tanam serentak bibit jagung di lahan pertanian Ainiba.

Lokasi TJPS tersebut telah digarap dan tim teknis bersama masyarakat sementara mengatur tata kelola air agar dapat mengairi semua lahan yang telah digarap.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Gerardus Mbulu mengatakan pemerintah telah menyiapkan sebanyak 300 kilogram benih jagung untuk ditanam pada lokasi persawahan irigasi Ainiba.
Pihaknya juga telah menyediakan sarana pendukung antara lain pupuk, pestisida, dan kebutuhan lainnnya serta terkait sistem pengairannya telah mendapat izin pinjam pakai dari Pemerintah Pusat sehingga pihaknya berkoordinasi dengan pengelola Bendungan Rotiklot untuk mendukung pengairan pada lokasi TJPS.

Pihaknya meminta kepada masyarakat agar terlibat aktif dalam mengelola dan mengoptimalkan lahan pertanian untuk menyukseskan program TJPS.

“Pemerintah telah siapkan semua sarana dan prasarana untuk program TJPS sehingga masyarakat harus terlibat aktif dalam mengelola lahan pertanian Ainiba untuk mendukung program TJPS karena masyarakat setempat yang akan menikmati hasilnya,” jelas Gerardus.

Terkait 220 hektare lahan pertanian di Kabupaten Belu tersebar di delapan kecamatan khususnya di daerah aliran sungai (DAS) serta beberapa lokasi yang memiliki ketersediaan air yang cukup.
Delapan kecamatan tersebut antara lain Tasifeto Timur seluas 75 hektare, Kakuluk Mesak seluas 13 hektare,  Lamaknen seluas 8 hektare, Raihat seluas 81 hektare, Lasiolat seluas 10 hektare, Raimanuk seluas 15 hektare, Tasifeto Barat seluas 17 hektare, serta Atambua Selatan seluas 1 hektare.
Pihaknya berharap agar TJPS di wilayah Belu dapat berjalan lancar sehingga mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan ekonomi para petani. (Yan/ol)