327 Kader PKK dan Posyandu Ikut Jambore Tingkat Provinsi NTT

berbagi di:
foto-hal-01-parade-pembukaan-jambore-kader-pkk-dan-kader-posyandu-dari-kabupaten-sumba-timur-di-halaman-rumah-jabatan-gubernur-ntt-selasa-10-9-nahor-1

Peserta Jambore kader PKK dan posyandu tingkat Provinsi NTT mengikuti parade peserta saat pembukaan kegiatan tersebut. Tampak peserta dari Kabupaten Sumba Timur saat parade di halaman rumah jabatan Gubernur NTT, Selasa (10/9). Foto: Nahor Fatbanu/VN

 

 

Sinta Tapobali

Sebanyak 327 kader pemberdayaan kesejahteraan keluarga (PKK) mengikuti kegiatan Jambore Kader PKK dan Posyandu. Kegiatan itu diselenggarakan Tim Penggerak PKK Provinsi NTT bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa serta Dinas Kesehatan Provinsi NTT.

Jambore yang diikuti oleh perwakilan kader PKK dan Posyandu se-Provinsi NTT tersebut berlangsung selama tiga hari, dan akan berakhir, Kamis 12 September mendatang. Kegiatan para kader tersebut dilakukan di aula rumah jabatan Gubernur NTT.

Pantauan VN, Selasa (10/9), pembukaan jambore tersebut dihadiri Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi, Wakil Ketua PKK Provinsi NTT Maria Fransisca Djogo, Sekretaris Daerah Benediktus Polo Maing, Komandan Lanud El Tari, Kajati NTT, Perwakilan Bank NTT, Kepala BKKBN, Kadis PMD dari kabupaten/kota, Ketua Kwarda, dan Pimpinan Plan Indonesia.

Kegiatan diawali dengan berbagai atraksi dari setiap Kabupaten/kota mulai dari kader PKK dan posyandu Kabupaten Manggarai dengan menampilkan tarian caci. Kemudian diikuti Kabupaten Flotim dengan tarian Hedu atau tarian perang, Kabupaten SBD, Kabupaten Sikka, Kota Kupang, Kabupaten Ngada dengan tarian Ja’i, Kabupaten TTU, Kabupaten Manggarai Barat dengan tarian dan yel-yel stunting.

Peserta parade dari Kabupaten Rote Ndao. Foto: Nahor Fatbanu/VN
Peserta parade dari Kabupaten Rote Ndao. Foto: Nahor Fatbanu/VN

Atraksi dilanjutkan dengan penampilan dari Kabupaten Ende dengan tarian dan menyanyikan yel-yel stunting, Kabupaten Lembata melakukan atraksi dengan menggunakan kain tenunan khas Kedang, dikuti Kabupaten Sumba Tengah dengan tarian tradiosional mereka dan yel-yel stunting ala tim PKK Sumba Tengah, Kabupaten Malaka, Kabupaten Kupang.

Seterusnya oleh Kabupaten Sumba Barat dengan yel-yel stunting dan tarian modern khas, Kabupaten Nagakeo tampil dengan busana mewakili empat etnis, juga menampilkan tarian kreasi dengan nyanyian lagu flobamora, Kabupaten Sumba Timur juga dengan yel-yel stunting dan tarian kreasi.
Selanjutnya, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Kabupaten Belu, Kabupaten Alor, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Rote Ndao dengan tarian modern menggunakan lagu Ofalangga. Semua atraksi ini di tampilkan di depan Wakil Gubernur bersama para pejabat yang hadir dan para peserta ini tampil menggunakan busana adat dari daerah masing-masing.

 

Butuh Aksi
Wakil Gubernur NTT, Josef Nai Soi, mengatakan, stunting di NTT sangat tinggi, sehingga sudah saatnya memulai perubahan dengan aksi dan eksen di lapangan, bukan hanya sekadar wacana. Mulai sekarang harus sejak dini dilakukan pencegahan. Setiap bulan para kader harus rutin cek di lapangan terkait stunting. Apakah mengalami penurunan atau malah mengalami peningkatan.

“Kita harus mulai dengan plan, do check and action, oleh sebab itu action yang harus lebih kita pentingkan sekarang. Saya mohon kepada PKK, setiap dua bulan atau tiga bulan selalu melakukan cek lapangan. Apakah gejala stunting kita turun atau bertambah, sehingga pada saat kita Jambore lagi kita sudah memiliki data yang lengkap tentang bagaimana kegiatan kita setahun yang lalu dan sejauh mana hasil yang dicapai apakah ada peningkatan ataukah ada penurunan terhadap stunting ini,” jelasnya.

Ia mengatakan faktor stunting tidak hanya karena gizi buruk, tetapi faktor stunting juga datang dari lingkungan. Oleh karena itu kedepannya, semua komponen diharuskan dapat bekerja sama dengan baik dan saling bergandengan tangan demi membangun NTT.

“Ke depannya saya yakin jika semua komponen bekerja maka kita akan bangkit, kita harus saling bergandengan tangan untuk bersatu membangun NTT dan yakin bahwa NTT akan jaya ke depan dan stanting akan bisa dibasmi. Kita wacana sudah satu tahun jadi saya mohon setelah selesai mengikuti Jambore dan kembali ke daerah masing-masing, hasil diskusi kita ini harus langsung di terapkan untuk bisa mencegah stanting di NTT, kita harus kerja lalu evaluasi dan kerja lagi,” katanya.

Ketua Panitia Kegiatan Jambore Kader Posyandu dan Kader PKK NTT Sinun Petrus Manuk, mengatakan, kegiatan itu untuk memberikan motivasi kepada kader PKK dan Posyandu yang ada di desa dan kelurahan untuk lebih berperan aktif dalam meningkatkan kualitas gerakan PKK dan daya juang dalam mengembangkan posyandu ke arah kemandirian.

Selain itu, jambore juga untuk mengetahui dan bertanggungjawab dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di wilayah kerjanya secara efektif dan efisien, meningkatkan kapasitas kader PKK dan kader Posyandu agar dapat melaksanakan tugas dan fungsi secara profesional dan juga memberikan penghargaan dan apresiasi kepada kader PKK dan Posyandu atas pengabdiannya selama ini yang tanpa pamrih. (mg-23/R-2)