34 Tahun Beroperasi, PT Semen Kupang Baru Satu Kali Serahkan Dividen untuk Pemprov NTT

berbagi di:
foto-hal-01-cover-060220-pt-semen-kupang-01

 

 

 

Ayub Ndun

Aanggota tim pakarĀ  Dr James Adam di sela-sela rapat bersama Komisi III DPRD NTT, Senin (10/2) mengatakan selama 34 tahun beroperasi, PT Semen Kupang tidak membayar kewajibannya kepada Pemda.

Menurutnya, sesuai data yang dimiliki PT Semen Kupang sejak beroperasi 1984 lalu hingga 2020, PT Semen Kupang baru satu kali membayar deviden ke Pemprov NTT yakni pada 2017 lalu. Padahal Semen Kupang wajib membayar deviden, karena penyertaan modal pemprov NTT sebesar Rp 1,5 miliar. Keuntungan (laba) setiap tahun akan dihitung dan dibayarkan sesuai kesepakatan bersama awalnya.

Dia menyesalkan karena selama ini PT Semen Kupang mengalami keuntungan dan sudah membayar hutang kepada Bank Mandiri dan PT Semen Gresik, sementara kewajiban membagi deviden tidak dilakukan.

Ia menyarankan PT Semen Kupang mengupgrade mesin produksi agar lebih produktif daripada membangun pabrik baru untuk mencukupi kebutuhan daerah kecuali cost mesin baru dan membangun pabrik baru punya selisih yang kecil.

Lewat Komisi III, Dewan Provinsi dalam waktu dekat juga berencana akan mengkaji pertumbuhan PTSK lantaran tidak membayar deviden kepada Pemprov NTT selaku salah satu pemenang saham.

“Pengkajian yang akan melibatkan tim pakar dan juga dilakukan terhadap kinerja perusahaan agar bisa memenuhi memenuhi kebutuhan semen di NTT sebanyak 1,2 juta ton,” ungkap James.

Sementara Wakil Ketua Komisi III DPRD NTT Leonardus Lelo meminta tim pakar melakukan kajian prospek pertumbuhan PT Semen Kupang dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan di NTT.

Terkait deviden yang tidak diberikan PT Semen Kupang kepada Pemprov NTT maka pihaknya akan mengecek berita acara RUPS. Selain itu, dalam waktu dekat Komisi III memanggil direksi PT Semen Kupang untuk didengar penjelasannya.

Dirut PT Semen Kupang Ery Susanto Indrawan saat beraudiens dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Rabu (5/2) mengaku bahwa PTSK belum mampu memberikan deviden karena belum mendapat laba yang memadai.

Komisaris Utama PT Semen Kupang Esthi Wiseto Baroto menyebut dua penyebab belum bisa memberikan deviden yakni kapasitas produksi di bawah kebutuhan daerah dan listrik yang tidak stabil.

Ia menjelaskan listrik yang tidak stabil menghambat produksi secara rutin. Namun dalam setahun terakhir produksi sudah relatif baik.

Jika produksi sudah lebih bagus dan menghasilkan laba, maka PT Semen Kupang tentu akan memberikan deviden kepada semua pemegang saham. (mg-18/R-4)