4 Terduga Pelaku Pemboman Ikan di Sikka Diamankan PSDKP

berbagi di:
img-20210226-wa0038

 

Perahu motor diamankan aparat karena diduga menangkap ikan menggunakan bahan peledak.

 

 

 

Yapi Manuleus

 

 
PATROLI gabungan antara Stasiun PSDKP Kupang bersama Ditpolair Polda NTT yang terdiri dari Satwas PSDKP Flotim bersama Ditpolair Markas unit Sikka sesuai dengan SPT Nomor : 028/Sta.3 – FLT/PW.100/II/2021 di perairan Sikka, Jumat (26/2) pukul 07.28 Wita memeriksa dan langsung mengamankan satu unit perahu motor tanpa nama yang diawaki oleh tiga orang dan satu buah sampan yang diawaki 1 orang yang diduga melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak.
Hal tersebut dikatakan Kepala PSDKP Kupang, Mubarak kepada media ini Jumat (26/2) siang.
Dia mengatakan identitas terduga pelaku tersebut diantaranya Ansar berjenis (Laki-laki) umur 36 tahun pekerjaan Nelayan, yang beralamat di Dusun Waturia, Desa Kolisia Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Arjun Hajral berjenis kelamin Laki-laki, umur 17 tahun, pekerjaan pelajar, yang beralamat di Dusun Waturia, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka dan Sudahril, berjenis kelamin Laki-laki, umur 17 tahun, pekerjaan pelajar, alamat Dusun Waturia, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka. Ada juga Tritutrisno berjenis kelamin laki-laki,30 tahun pekerjaan nelayan beragama islam, alamat kelurahan Wuring.

img-20210226-wa0039
Barang bukti yang Diamankanpun terdiri dari Satu unit Perahu motor Tanpa Nama warna putih hijau. Satu buah Sampan, dua buah Dayung, satu gulung selang Kompresor, dua buah Dacorselam, satu buah korek api gas Warna bening, bungkus rokok surya 12 dengan isi dua batang rokok, satu buah karung warna Putih dan satu buah toples bening, 424 jenis ikan campuran.

Kronologi Kejadiannya bermulaer dari informasi masyarakat bahwa di perairan Wair Nokorua, Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka masih sering terjadi penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak. Berdasarkan informasi tersebutlah tim patroli gabungan membagi dua tim untuk mengecek kebenaran informasi tersebut.
“Tim 1 terdiri dari 3 orang anggota PSDKP Satwas Flores timur dan 1 orang dari personil Polair, tim 2 terdiri dari 3 orang personil PolAir. Pada pukul 06.00 Wita, tim 1 atas nama Dominikus Yohanes Wilibordus Parera pada saat melakukan pengamatan di perairan Wair Nokurua dengan menggunakan alat bantu teropong melihat 1 buah Perahu motor warna putih dan terlihat di atasnya terdapat 3 orang dan 2 buah sampan yang masing – masing diawaki oleh 1 orang sedang melakukan aktivitas mencurigakan,” kata Mubarak.
“Pada pukul 06.30 Wita Tim 1 Bapak Dominikus Yohanes Wilibordus Larera mendengar suara ledakan dan melihat semburan air dari air di sekitar area. Dan satu buah Sampan beraktivitas setelah bunyi ledakan terlihat ada 3 unit perahu motor mendekat dan melakukan aktivitas di sumber ledakan. Sehingga
Pukul 06.40 Wita bapak Dominikus Yohanes Wilibrodus Parera menghubungi Tim 2 Brigpol Bonafartis Ansgarius yang sedang melaksanakan patroli di perairan teluk Maumere bersama 2 orang rekan lainnya untuk melaporkan kejadian yang dilihat,” tambahnya.

Menjelang Pukul 07.28 Wita, tim patroli dengan menggunakan perahu karet tiba di lokasi dan langsung memeriksa serta mengamankan 3 orang yang diduga melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak.

Para pelaku diduga melanggar pasal 84 ayat 1 junto pasal 8 ayat 1 UU No.31 tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No.45 tahun 209 tentang perubahan atas UU No.31 tahun 2004 dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp.1.200.000.000 ( satu miliar dua ratus juta rupiah).

Selanjutnya para tersangka dan barang bukti dibawa oleh tim patroli gabungan ke Markas Unit Polair Sikka untuk diserahkan ke Penyidik Satwas PSDKP Flotim. (Yan/ol)