402 KK Fatubenao Terima BST

berbagi di:
img-20200523-wa0071

 

 

 

Mutiara Malahere

Dinas Sosial Kabupaten Belu bersama PT Pos Indonesia melakukan pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada 402 KK di Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, Sabtu (23/5).

Pembagian BST yang berlangsung mulai pukul 11.00 Wita tersebut, penerimanya didominasi kaum perempuan yang datang membawa undangan penerima BST, Kartu Keluarga dan KTP untuk menunjukkan kepada petugas Dinsos dan PT Pos Indonesia.

Kepada VN, Lurah Fatubenao, Joseph Kaseng Laka mengatakan jumlah penerima BST sebanyak 402 KK yang memiliki data lengkap sesuai hasil verifikasi dan validasi.

Joseph menambahkan dalam pendataan penerima BST, terdapat 2 KK yang namanya terdaftar namun tidak berada lagi di Kelurahan Fatubenao.

“Ada 2 KK yang tidak pernah diketahui oleh RT setempat karena KK bersangkutan tidak lagi tinggal di Fatubenao atau mungkin saat pindah tidak pernah melaporkan kepindahannya kepada RT setempat sehingga datanya masih tetap tercatat,” ungkap Joseph.

Pihaknya juga mencatat sebanyak 121 KK yang tidak mendapat BLT karena adanya pendobelan data penerima pada jenis bantuan lain, serta ada juga yang namanya terdaftar sebagai tenaga kontrak daerah, penerima yang telah meninggal dunia dan tidak memiliki ahli waris, serta KK yang kondisi ekonominya telah meningkat.

“Ada juga masyarakat yang masuk dalam golongan veteran 10 orang, pensiunan 20 orang, teko jumlah 29 orang, serta 8 KK yang mendapat bantuan perluasan sembako, serta 8 KK yang kondisi ekonomi telah membaik,” tambah Joseph.

Joseph mengutarakan selama melakukan pendataan warga terdampak Covid-19, ia selalu mendapat keluhan dari warga yang namanya tidak termasuk dalam daftar penerima.

“Banyak masyarakat yang tergolong mampuĀ  namun ingin mendapatkan bantuan bahkan langsung melaporkannya kepada Bupati serta mempostingnya di media sosial sehingga menjadi viral,” ujar Joseph.

Pihaknya berharap BST tersebut dipergunakan dengan baik untuk membantu mengatasi masalah hidup dan jangan pergunakan untuk hal yang tidak penting seperti berjudi, miras, sirih pinang dan hal tidak penting lainnya.

“Harap gunakan dengan baik bantuan yang pemerintah berikan untuk membelanjakan kebutuhan hidup dan membantu mengatasi masalah keuangan dan jangan pergunakan uang bantuan untuk hal yang tidak penting seperti judi, miras, sirih pinang, dan berbagai hal yang tidak bermanfaat,” pesannya.

img-20200523-wa0072

Sementara Kadis Sosial Kabupaten Belu, Sabina Mau Taek mengatakan pembagian BST untuk Kecamatan Kota Atambua, Kelurahan Fatubena merupakan kelurahan terpadat dengan jumlah penerima paling banyak.

“Kami memberikan jadwal penyaluran BST di kelurahan Fatubenao karena jumlah penerima cukup banyak sehingga kami memberi kesempatan jika terdapat pendobelan data dan ternyata memang ada sehingga petugas langsung memverifikasi data penerimanya,” jelas Sabina.

Ia menambahkan untuk kelurahan dan desa lainnya yang telah menyalurkan BST juga ditemukan adanya persoalan serupa namun telah teratasi.

“Banyak kelurahan/desa juga terjadi persoalan serupa terkait pendobelan data sehingga tim dinsos langsung turun dan memverifikasi data penerima, dan masalahnya tuntas,” tambahnya.

Pihaknya akan terus melakukan pemantauan terhadap jenis bantuan lainnya yang masih terus berjalan memastikan tidak ada pendobelan data penerima agar bantuan pemerintah tepat sasaran semua masyarakat terdampak Covid-19 yang berhak menerimanya. (bev/ol)