41 Imigran asal Vietnam Terdampar di Tablolong

berbagi di:
Para imigran asal Vietnam saat berada di salah satu ruangan di kantor Ditpolair Polda NTT, tadi malam. Mereka diamankan setelah terdampar di perairan Tabolong-Kupang Barat.

Para imigran asal Vietnam saat berada di salah satu ruangan di kantor Ditpolair Polda NTT, tadi malam. Mereka diamankan setelah terdampar di perairan Tabolong-Kupang Barat.

 

Mutiara Malahere

Direktorat Polair Polda NTT mengamankan sebanyak 41 orang imigran asal Vietnam yang terdampar di perairan Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Kamis (26/10).
Pantauan VN, dari ke-41 imigran itu, 30 di antaranya laki-laki, enam perempuan, dan lima lainnya masih anak-anak.

Usai diamankan di Tablolong, petugas Ditpolair membawa puluhan imigran tersebut ke Mako Polair Polda NTT sekitar pukul 23.30 Wita tadi malam. Kapal motor yang memuat para imigran tersebut juga sudah diamankan sebagai barang bukti. Kapal tersebut sudah ditarik ke Dermaga Polair.

Dirpolair Polda NTT Kombes Pol Budi Santoso didampingi Kasubdit Gakkum AKBP Wahyudi Wicaksana menjelaskan bahwa puluhan imigran tersebut berangkat dari Sulawesi Selatan untuk mencari suaka ke New Zeland. Namun dalam perjalanan, kapal yang ditumpangi para imigran tersebut kehabisan bahan bakar. Selain bahan bakar, bahan makanan pun habis. Kapal terombang-ambing dan akhirnya kandas di perairan wilayah Tablolong. Masyarakat Tablolong melihat para imigran tersebut sekitar pukul 18.00 Wita.

“Saat itu masyarakat merasa curiga dengan keramaian tersebut lalu Kasubdit Gakkum bersama tim mengecek informasi dan ternyata itu imigran dari Vietnam. Lalu kami pun mendatangi lokasi untuk mengamankan para imigran tersebut,” jelas Budi.

Para imigran diamankan tanpa perlawanan dan mereka semua dibawa ke Mako Polair Polda NTT untuk didata dan dimintai keterangannya.

Para imigran asal Vietnam saat berada di salah satu ruangan di kantor Ditpolair Polda NTT, tadi malam. Mereka diamankan setelah terdampar di perairan Tabolong-Kupang Barat.
Para imigran asal Vietnam saat berada di salah satu ruangan di kantor Ditpolair Polda NTT, tadi malam. Tampak mereka membawa serta anak-anak.

“Kami membawa para imigran tersebut dengan menggunakan KP Ova Langga, KP Solor, REP dan perahu karet dari perairan Tablolong menuju Dermaga Mako Polair. Kapal kayu yang memuat imigran juga kami bawa untuk diamankan sebagai barang bukti,” jelasnya.

Terkait langkah hukum yang ditempuh, ia menjelaskan bahwa untuk sementara dilakukan pendataan sembari menunggu perkembangan ke depan.

Kasubdit Gakkum AKBP Wahyudi menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan kamtor Imigrasi Kupang dan rencananya para imigran akan dievakuasi hari ini oleh petugas Imigrasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Imigrasi dan besok rencananya kami akan melimpahkannya ke Kantor Imigrasi untuk selanjutnya diproses dokumen keimigrasiannya,” pungkas Wahyudi.

Sebelumnya, pada selasa (8/3/2016) lalu, Team Subdit Gakkum Dit Polair Polda NTT bersama komandan kapal 3003 Bripka Jailani dan anak buah kapal mengamankan enam orang WNA yang diduga imigran gelap.

Keenam WNA ini masing-masing Arifullah (26), Kausir Prodan (32), Sabut Sidkh (28), Khorsed Alam (45), Sakil Sheikh (23) dan. Shakil (28) seluruhnya adalah pria berkebangsaan Bangladesh.

Mereka membayar Rp 30 juta kepada nelayan lokal kupang untuk menyewa sebuah kapal. Namun nahas, baru akan memasuki Pulau Christmas Australia, keenam imigran tersebut dihadang oleh Polisi Perairan Australia dan kapal mereka ditenggelamkan.

Polisi dari Australia lalu masuk ke perairan Indonesia dan menitipkan mereka ke seorang nelayan asal NTT yang sedang mencari teripang di perbatasan laut Indonesia Australia untuk dibawa kembali ke Indonesia. Kapal Polisi XXII-3013 yang menemukan para imigran itu kemudian membawa mereka ke Dermaga Ditpolair guna proses penyidikan oleh Subdit Gakkum Ditpolair Polda NTT.