Event Wisata Harus Punya Dampak Positif untuk Masyarakat

berbagi di:
1a

 

 

Son Bara

Event wisata harus memiliki dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal, baik bagi pelaku usaha maupun masyarakat di desa-desa penyangga.

“Saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ende yang menyelenggarakan sepekan pesta Danau Kelimutu, bahkan event seperti ini sudah digelar sebanyak sembilan kali. Ini salah satu langkah positif untuk menggerakkan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat. Karena itu, sebagus apa pun event tetapi tidak ada nilai tambah bagi masyarakat, maka sama saja mustahil,” tegas¬†Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL) usai ikut dalam ritual adat “patika du’a bupu ata mata” (memberi makan leluhur) yang menjadi puncak Festival Danau Kelimutu Rabu (14/8).

Gubernur VBL berharap Festival Danau Kelimutu bisa dikemas lebih menarik tahun depan dan melibatkan masyarakat di sekitar Kelimutu.

“Kita akan kemas kegiatan ini menjadi lebih meriah lagi di tahun depan. Pemerintah Provinsi akan intervensi dan saya akan undang Presiden untuk hadir. Tentunya kita harus siapkan dengan baik,” katanya.

Event tersebut tahun depan, lanjut VBL, juga akan dihelat selama sepekan penuh. Sekolah-sekolah akan diliburkan. “Harus ada tarian tradisional mulai dari kota sampai Kelimutu. Kita kemas dengan mengembangkan juga potensi yang dimiliki Desa Waturaka sebagai salah satu desa penyangga yang memiliki kekhasan budaya,” ucapnya.

VBL menegaskan NTT harus bersyukur diberikan alam yang sangat indah oleh Tuhan “Dan hari ini kita berada di tempat yang sangat indah,” katanya.

Membangun pariwisata, katanya, tidak bisa dipisahkan dari adat dan budaya masyarakat lokal. Kekhasan adat dan budaya itu bernilai tinggi. Setiap pesta budaya yang dikemas dalam event wisata harus dijual dengan harga tinggi agar masyarakat setempat mendapatkan pemasukan yang signifikan.