49 Siswa SMA Ikut Tes ke Amerika

berbagi di:
Para Alumni Proram Kenedy Lugar Youth Exchange and Study (YES) berfoto bersama para calon Program YES usai mengikuti tes di SMAN 1 Kupang, Minggu (12/5). Foto: Beverly Rambu/VN

Para Alumni Proram Kenedy Lugar Youth Exchange and Study (YES) berfoto bersama para calon Program YES usai mengikuti tes di SMAN 1 Kupang, Minggu (12/5). Foto: Beverly Rambu/VN

 

 

Beverly Rambu

Sebanyak 49 siswa SMA se-Kota Kupang mengikuti seleksi wawancara Proram Kenedy Lugar Youth Exchange and Study (YES) yang dipusatkan di SMAN 1 Kupang, Minggu (12/5).

Para siswa diwawancara oleh para guru bahasa Inggris dari sejumlah sekolah dan relawan yang merupakan alumni beberapa program beasiswa Amerika.

Perwakilan Kedutaan Amerika Serikat ScottĀ  Hartmann kepada VN menjelaskan, program YES merupakan program pertukaran budaya yang memberikan kesempatan kepada para siswa yang lolos seleksi untuk tinggal di Amerika selama satu tahun. Di Amerika para siswa akan tinggal bersama orangtua asuh dan masuk sekolah setara SMA di Amerika. Para siswa akan belajar tentang budaya dan lebih memahami kehidupan orang Amerika dan para siswa juga bisa berbagi tentang budaya Indonesia dengan para siswa dan komunitas di Amerika.

Ia mengatakan kesempatan ini diharapkan bisa memberi pengalaman hidup tentang Amerika yang sesungguhnya lebih dari yang selama ini hanya dilihat lewat film misalnya.

Menurutnya, setiap tahun ratusan peserta berkompetisi untuk mendapatkan kesempatan ini dan semua diseleksi secara ketat termasuk peserta dari NTT. “Siswa dari NTT sangat luar biasa dan potensial,” ujarnya.
Ia menjelaskan, program YES bukanlah program pengembangan profesionalisme namun lebih pada program pengembangan diri. “Kandidat yang kami cari tidak harus berbahasa Inggris sempurna tapi setidaknya dia harus bisa mengkomunikasikan atau mengekspresikan apa yang dia inginkan, idenya dan hal itu dipahami oleh orang lain. Ini bukan profesinal program, it’s for personal development,” ungkapnya.

Scott mengatakan kandidat harus berani mengambil resiko, mampu menikmati dan juga memaknai hidupnya serta tidak takut dengan tantangan ketika hidup di negara dan budaya yang berbeda.

Ia menegaskan, dari 200-an orang siswa NTT, 49 siswa ikut wawancara dan tidak semua lolos ke Amerika. Namun, ia berharap, kesempatan seleksi dan wawancara ini menjadi pengalaman berharga untuk mereka.

Salah satu guru dan alumni program beasiswa Amerika sedang mewawancarai peserta seleksi.
Salah satu guru dan alumni program beasiswa Amerika sedang mewawancarai peserta seleksi.

“Kami selalu berprinsip untuk memberikan mereka kesempatan kedua. Apabila umurnya masih cukup untuk program maka mereka bisa ikut lagi di tahun depan. Jika tidak maka mereka bisa mengikuti kesempatan pertukaran lain saat kuliah atau setelah bekerja. Jangan pernah berpikir bahwa ketika gagal maka kita akan gagal terus. Tapi kita harus selalu mencoba karena dalam proses itu diri kita juga akan terus berkembang,” jelasnya.

Ia mengapresiasi para alumni program YES dan alumni program beasiswa Amerika lain serta para relawan yang telah membantu proses seleski di Kupang.

“Sangat senang bisa bertemu, mendengarkan cerita dari alumni tentang apa yang mereka kerjakan dan perubahan apa yang terjadi secara personal serta perubahan yang mereka bawa untuk komunitasnya,” ungkap Scott.

Ia berharap ke depan partisipasi siswa dari NTT semakin tinggi dan tidak hanya dari Kupang atau Maumere namun juga dari wilayah lain seperti Alor, Flores, Atambua, Kefamenanu.

Sementara, Chorie Arland, Anggota Dewan Ahli di Bina Antar Budaya mengaku terkesan dengan potensi para siswa yang diwawancara. “Saya baru pertama kali seleksi di NTT tapi mereka tidak kalah denga peserta yang saya seleksi di Jawa,” ujarnya.

Ia mengatakan bahasa Inggris memang jadi dasar yang bisa dipelajari, namun yang terpenting ada kemauan untuk mencoba.
Chaori berharap para alumni bisa menjadi contoh hidup bagi para kandidat yang lolos ke Amerika dan alumni bisa selalu membawa perubahan positif di lingkungan tempat ia hidup.

Alumni program YES 2016-2017 sekaligus koordinator seleksi Rizki Almaedah mengaku saat ini Kupang dan Maumere masih masuk dalam Chapter Denpasar untuk seleksi Program YES.

Untuk NTT, seleksi baru dilaksanakan sejak tahun 2013. Chapter Denpasar akan mencari sekolah untuk menfasilitasi pelaksanaan seleksi. (bev/C-1)