50 Pelamar Program Vokasi Pariwisata di Australia

berbagi di:
Penyaluran Beasiswa tak Tepat Sasaran

 

 

Polce Siga

Sebanyak 50 pemuda dan pemudi dari berbagai daerah di NTT sudah mengajukan lamaran untuk mengikuti Program Vokasi Pariwisata di Universitas Grffith Australia yang telah menjalin kerjasama dengan Pemprov NTT.

Mereka akan diseleksi menjadi 25 orang yang akan dikirim ke universitas tersebut. Ke-25 orang itu nanti menjadi angkatan pertama.

Demikian penjelasan Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kopnakertrans) Provinsi NTT, Sisilia Sona saat ditemui di kantornya, Senin (29/4).

Dia mengatakan, ke-50 orang itu mendaftar secara online, terdiri dari 21 orang pemuda dan 29 orang pemudi. Mereka berasal dari berbagai daerah di NTT.

“Jadi yang sudah memasukan lamaran itu ada 50 orang dan kami sudah seleksi dokumen hari ini (kemarin). Sebentar kami akan rapat bersama tim untuk menentukan 25 orang yang akan kami persiapkan untuk dikirim tahap pertama ke Australia,” ujar Sisilia Sona.

Sebelum dikirim ke Australia, lanjutnya, ke-25 orang itu masih harus mengikuti sejumlah tahapan berupa wawancara, termasuk kursus bahasa Inggris selama satu bulan di Undana.

“Nanti kita buka lagi pendaftarab untuk tahap kedua, juga sebanyak 25 orang. Sebab, kuota saat dikirim ke Universitas Griffith Australia itu memang hanya 25 orang. Untuk kursus bahasa Inggris nanti bekerja sama dengan Undana,” ujar Sisilia.

Ia mengatakan, yang sudah mengajukan lamaran tersebar dari berbagai daerah di NTT baik dari Flores, Timor, Sumba, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Alor.

“Anak-anak yang mendaftar ini tersebar di daerah, karena daftarnya juga secara online. Kami akan buka lagi tahap kedua sebanyak 25 orang,” katanya.

Dia menjelaskan seluruh peserta yang akan dikirim ke Australia wajib bisa berbahasa Inggris. Karena itu mereka akan dilatih kemampuan bahasa Inggris di Undana selama sebulan.

“Program ini akan berlangsung selama Juni-September 2019. Mereka di sana itu selama dua bulan di kampus Universitas Griffith Australia dan mereka akan mengikuti seleksi selama dua tahap,” katanya.

Sisilia menambahkan, dalam proses seleksi melibatkan tim akselerasi pendidikan dari Undana sehingga peserta memiliki kemampuan sebelum dikirim ke Australia.

“Kita harapkan angkatan pertama ini mejadi role model untuk angkatan-angkatan selanjutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Undana Kupang Prof Fred Benu mengatakan, pihaknya baru selesai membuka pendaftaran secara online. Menurutnya, peserta yang mendaftar mencapai 50 orang.

“Undana baru saja selesai buka pendaftaran secara online. Jumlah peserta yang mendaftar kurang lebih 50 orang. Sekarang proses seleksi administrasi dan kursus di Language Centre-nya Undana. Kursis akan dimulai bulan depan,” pungkasnya. (pol/E-1)