51 Penyandang Disabilitas Ikut Lomba PK3

berbagi di:
img-20200916-wa0013

 

 

Sintang Tapobali

 

 

 

UPTD Kesejahteraan Sosial Tuna Netra dan Karya Wanita di Kupang, menggelar kegiatan perlombaan kemampuan, kecakapan dan keterampilan (PK3) bagi 51 penyandang disabilitas Tuna Netra di Panti Hitbia Kupang.

Pelaksanaan lomba dengan mengangkat tema “Melalui Lomba Kemampuan, Kecakapan dan Keterampilan Kita Tingkatkan Solidaritas Para Penerima Manfaaf dalam Kehidupan Sehari-hari” dilaksanakan pada Rabu (16/9) pagi.

Kegiatan perlombaan ini akan berlangsung selama 15 hari, terhitung mulai 16 September sampai dengan 30 September bertempat di Lingkungan UPTD Kesejahteraan Sosial Tuna Netra dan Karya Wanita di Kupang.

Adapun jenis kegiatan yang dilombakan terdiri dari, Orientasi Mobilitas, Sulak Rafia, Massage, Shi Atsu dan Massage Praktis, Activity Daily Living (ADL), Braille, Bolgol, Catur, Kesenian dan Kebersihan Asrama.

Ketua Pelaksana Kegiatan, Ni Nyoman Witri dalam laporannya menyampaikan bahwa, kegiatan perlombaan K3 ini, bertujuan untuk meningkatkan dan mengasah kemampuan, kecakapan serta keterampilan dari para disabilitas Tuna Netra, mengevaluasi penyerapan materi dari para tutor serta bertujuan meningkatkan kerja sama sesama penerima manfaat.

Kegiatan ini sebagai suatu kegiatan rutinitas dan program kerja dari Seksi Keksos, yang biasanya dilakukan setiap tahun untuk terus mengasah kemampuan dan keterampilan dari para penyandang disabilitas Tuna Netra yang ada di Panti Hitbia Kupang ini.

Sedangkan Kepala Dinas Sosial, Djamaludin Ahmad, dalam sambutannya mengawali kegiatan perlombaan ini mengatakan bahwa, selama di panti anak-anak disabilitas telah diberikan bekal keterampilan baik tentang cara menulis braille , penguasaan komputer, penguasaan teknik message serta berbagai pengalaman lainnya.

Semuanya ini diharapkan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan taraf kehidupan mereka di masa datang. Dalam kesempatan ini ia mengharapkan untuk mengikuti segala proses dengan penuh kedisiplinan dan ketekunan.

“Jangan sia-siakan waktu kalian selama berada di Panti ini. Banyak penerima manfaat yang telah mengikuti seluruh proses di Panti dan selanjutnya kembali ke keluarga di daerah masing-masing yang kemudian membangun hidup yang mandiri. Tidak ada yang tidak mungkin sepanjang ada kemauan dan kerja keras karena yang menjadikan kalian berhasil bukan orang lain melainkan diri kalian sendiri,” pesannya.

Sedangkan Fendi Ludji salah satu peserta lomba mengatakan bahwa Ia sangat antusias mengikuti berbagai macam lomba yang diselenggarakan.

Selain untuk meramaikan lomba ini ia berharap agar apa yang ia dapatkan dalam kegiatan perlombaan ini dapat diaplikasikannya dalam kehidupannya setelah ia keluar dari panti.

“Saya berharap lewat lomba ini saya dapat menguasai semua hal, sehingga nantinya ketika keluar dari Panti saya bisa menerapkannya,” ujarnya.

Sebagai salah satu penghuni panti Hitbia, Fendy tetap merasa bersyukur dan bahagia karena selama di Panti, ia selalu dikelilingi oleh orang-orang yang begitu menyayanginya. Ia mengaku sudah sejak tahun 2017 tinggal dan menetap di pantai Hitbia dan sudah begitu banyak hal yang ia dapatkan baik itu keterampilan dalam membaca dan menulis huruf braille maupun pijat massage.

Maka itu, ia berharap melalui lomba-lomba yang diselenggarakan ini ia mampu menerapkan kembali semua teori-teori yang ia peroleh dari para mentor, baik yang berkaitan dengan membaca dan menulis huruf braille maupun berkaitan dengan pijat massage. (Yan/ol)