Ketua PSI NTT, Sumbang Satu Bulan Gaji Untuk Pengadaan APD

berbagi di:
img_20200404_210756
Maykal Umbu
Anggota DPRD Provinsi NTT sekaligus Ketua PSI NTT, dr. Christian Widodo menyatakan keprihatinannya atas mewabahnya virus Corona di NTT.
Sebagai wakil rakyat ia mengaku tak bisa tinggal diam melihat Pemerintah bekerja untuk memerangi virus ini. Untuk itu ia menyatakan komitmennya untuk membantu pemerintah terutama dokter dan tenaga medis dalam menangani Covid-19.
Christian ikhlas menyumbangkan satu bulan gaji dan tunjanganya sebesar Rp 40 juta lebih untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD).
Hal ini di sampaikannya kepada VN, ketika ditemui di Klinik Kupang Graha Medika, Sabtu (4/4) sore.
APD yang dibeli rencananya akan disumbangkan ke sejumlah fasilitas kesehatan diantaranya RS Bhayangkara, RS SK Lerik, Puskesmas Oebobo dan Puskesmas Oepoi dan secara khusus akan diberikan kepada Tim Brigade Kupang Sehat.
“Tim ini merupakan tim yang bertugas untuk menjemput para pasien yang terindikasi terkena virus Corona. Karena tugas mereka ini bersentuhan langsung dengan para pasien maka kami ingin melengkapi mereka dengan alat pelindung diri yang memadai agar mereka dalam melaksanakan tugas mereka merasa terlindungi,” jelasnya.
APD yang ia beli berupa masker medis 55 box, sarung tangan medis 15 box, baju jazmat 21 pasang, vitamin Becom C 20 box, 5 alat semprot disinfektan dan biaya operasional penyemprotan di 10 titik.
“Semua ini akan dibagikan mulai hari Senin tanggal 6 April bersama Pengurus DPW PSI di sejumlah faskes yang ada di Kota Kupang,” ungkapnya.
Menurutnya, tindakan serupa juga dilakukan Ketua PSI lain di sejumlah provinsi di Indonesia seperti di Sulawesi Utara, Manado dan Nias.
Selain itu, pada bulan Mei 2020 seluruh anggota DPR di Indonesia dari Partai Solidaritas Indonesia akan mendapatkan pemotongan gaji sebesar 50% yang nantinya akan diberikan kepada pengurus pusat untuk pengadaan APD.
“Pemotongan ini akan berlangsung sampai wabah virus Corona ini benar-benar hilang,” jelasnya.
Ia berharap donasi ini dapat digunakan dan dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para petugas medis dalam menangani virus Corona di NTT. (bev/ol)