7.000 Wisatawan Korsel dan Cina Batalkan Kunjungan Ke Pulau Komodo

berbagi di:
Para wisatawan yang selamat diamankan di kantor Badan SAR Labuan Bajo sambil menunggu pemeriksaan.

ilustrasi wisatawan

Gerasimos Satria

Sekitar 7.000 wisatawan asal Korea Selatan dan Cina membatalkan kunjungan ke Pulau Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur terkait virus Corona yang telah sampai ke Asia. Pembatalan itu dilakukan setelah sebelumnya mereka melakukan pembelian paket wisata ke sejumlah biro perjalanan wisata tujuan Labuan Bajo-Komodo.

 Hal ini disampaikan Komodo Walk Tour Safri Undin, Minggu (31/2) saat dihubungi VN.

“Mereka terpaksa batal ke Labuanbajo Komodo padahal bokingan untuk tahun ini paketnya sudah dipanjar. Semuanya batal total karena penyakit virus corona. Ada yang minta duitnya dikembalikan karena ini musibah,” ujarnya.

Ia mengakui, sasaran pasar wisata Komodo Walk Tour adalah Korea, Cina dan Jepang.

” Oh iya termasuk Jepang juga batal. Ini baru kami, belum lagi di biro travel atau agen wisata yang lain. Yang jelas ada penurunan,” ucap Safri.

Sementara itu kepala Dinas Pariwisara dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Agustinus Rinus mengaku hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan adanya pembatalan kunjungan dari berbagai negara ke Labuan Bajo khususnya, Cina, Korea dan Jepang.

“Baru kemarin ada puluhan wisatawan asal China masih berlibur di Labuan Bajo,” katanya.

Gusti menegaskan sejauh ini belum ada dampak penurunan terhadap kunjungan wisatawan ke Kabupaten Mabar termasuk ke Pulau Komodo. Situasinya masih berjalan normal.

 “Kan sudah terpasang termos scanner di Bandara Komodo oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan. Sejauh ini belum ditemukan adanya orang yang terjangkit virus corona. Tidak ada dampak penurunan,” tegas Gusti.

Gusti justru mengatakan jumlah kunjungan wisatawan di Labuan Bajo semakin meninggat. Diperkirakan wisatawan mulai padat mengunjungi Labuan Bajo mulai Maret hingga Desember. Wisatawan yang banyak didominasi dari negara Asia dan wisatawan nusantara.

“Destinasi wisata yang berada diluar TNK seperti obyek wisata Gua Rangko dan Batu Cermin juga semakin ramai dikunjungi wisatawan setiap hari. Kita mendorong masyarakat untuk terus menangkap peluang usaha dengan semakin banyaknya wisatawan ke Labuan Bajo,” tambah Rinus. (bev/ol)