7 Desa Di Lamaknen Telah Salurkan Bantuan Sembako

berbagi di:
img-20200522-wa0030

Pembagian Bantuan Perluasan Sembako 16 KPM di Desa Mahuitas, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Jumat (22/5). Foto : Muti/VN

 

 

 

Mutiara Malahere

Dinas Sosial Kabupaten Belu melakukan pembagian perluasan sembako kepada sejumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berdomisili di beberapa desa perbatasan Indonesia-Timor Leste di Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Jumat (22/5) diantaranya Desa Mahuitas dengan jumlah 16 KPM, Duarato jumlah 16 KPM, serta Leowalu jumlah 19 KPM.

Sehari sebelumnya, tercatat empat desa yang telah menyalurkan bantuan serupa yakni Desa Lamaksenulu berjumlah 33 KPM, Desa Makir 62 KPM, Desa Kewar 45 KPM, serta Fulur 61 KPM.

Kepada VN, Sekretaris Dinas Sosial Ans Lopez mengatakan pihaknya membagi tim untuk memantau penyaluran beberapa jenis bantuan dari Kemensos salah satunya Bantuan Perluasan Sembako.

“Kami melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat, dan khusus di Kecamatan Lamaknen yang terdiri dari sembilan desa dan sudah 7 desa yang telah menyalurkan bantuan Sembako,” jelas Ans.

Terkait dua desa lainnya, Dirun dan Maudemu, lanjut Ans, sesuai jadwal penyalurannya akan dilakukan pada Selasa, 26 Mei mendatang.

“Bagi desa yang belum melakukan penyaluran bantuan, kami belum dapat memastikan jumlah pastinya karena adanya perbedaan data antara dinas sosial dan desa bersangkutan sehingga kepastian data baru dapat diperoleh saat hari pembagian setelah pihak desa memverifikasi ulang data penerima bantuan tersebut,” tambah Ans.

Terkait jumlah bantuan perluasan sembako, setiap KPM mendapatkan Rp 200.000 per bulan selama sembilan bulan ke depan terhitung April-Desember dan setiap KPM mendapatkan buku rekening BRI dan Kartu Kesetaraan Sosial (KKS).

“Setiap KPM mendapatkan buku rekening BRI dan kartu KKS dan untuk dua bulan April-Mei sudah cair dan peruntukannya membeli bahan pangan pada agen BRILink terutama beras dan telur,” pungkasnya.

Warga Desa Mahuitas Marlina mengatakan bantuan pemerintah sangat bermanfaat bagi keluarganya.

“Kami kesulitan karena di tengah pendemi Covid-19, pemerintah imbau tetap berada di rumah saja sementara jika tidak pergi ke kebun, maka kami tidak punya penghasilan dan bantuan perluasan sembako ini sangat membantu kami untuk beli bahan pangan,” ungkap Marlina. (bev/ol)