80 Persen Angkutan Travel Soe dan Malaka Belum Punya Ijin Trayek

berbagi di:
img-20210107-wa0013

Kepala UPTD Pengelola Prasarana Perhubungan Wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Alor Gusti Sigasare bersama staf saat dikonfirmasi VN. Foto: Yapi/VN

 

 
Yapi Manuleus

Sebanyak 80 persen angkutan travel yang melayani rute Soe-Kupang dan Malaka hingga saat ini belum memiliki izin trayek.

Hal tersebut dikatakan Kepala UPTD Pengelola Prasarana Perhubungan Wilayah Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Alor Gusti Sigasare saat diwawancarai VN di ruang kerjanya, Kamis (7/1).

Ia mengaku hingga saat ini tercatat trevel yang berasal dari Soe sebanyak 200 unit dan travel Malaka tercatat 100 unit.

“Soe itu ada 200 unit, 80% belum miliki izin. Kemarin pagi kami tangkap semua masih X plat putih. Coba bayangkan! Mereka ini belum punya izin trayek sebagai travel. Aturannya kan dia harus masuk ke dalam koperasi dulu lima orang punya dan bentuk koperasi. Setelah disahkan Notaris baru datang ke kami untuk rekomendasi keluarkan. Izin penyelenggaran kan 5 juta untuk 5 tahun. Setelah itu baru kepala dinas keluarkan izinnya itu dan kami keluarkan izin pengawasan trayek,” tambahnya.

Pihaknya pun saat ini sementara melengkapi dokumen untuk bisa memberi sanksi kepada para pemilik travel yang kedapatan tidak memiliki izin trayek khususnya di Kota Kupang.

“Kami sudah siapkan dokumen bahwa sesuai dengan UUD No.22 tahun 2009 travel-travel yang tidak miliki izin akan kita kenakan denda Rp 500 ribu sesuai UUD. Rencananya hari ini, cuma karena kami belum laporkan ke dinas. Kami membutuhkan satu orang TPNS untuk menandatangani surat tilangnya sehingga itu dianggap sah,” ujarnya.

Ia mengatakan hal ini dilakukan agar seluruh travel tidak lagi parkir secara sembarangan di terminal bayangan Oesapa yang sering menyebabkan kemacetan dan lebih memfungsikan terminal yang disiapkan.

“Kami sudah berusaha keras selama ini, bahwa terminal bayangan itu tidak berfungsi lagi. Tapi setiap kalau kami ke Oesapa itu bagi travel yang sudah miliki izin trayek atau KIR selalu kita arahkan bahwa kami sudah menyiapkan lahan di terminal dan silahkan kalian parkir di terminal tapi tidak efektif. Mereka lebih memilih betah di Oesapa,” tutupnya. (bev/ol)