Ikut Kejuaraan Dunia, Tiga Atlet CrickeT NTT Dipanggil ke Timnas

berbagi di:
img-20210223-wa0038

 

POSE BERSAMA: Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan CrickeT Indonesia NTT Ince Sayuna (dua dari kanan) didampingi Sekretaris CrickeT NTT Ambo (dua dari kiri) dan para pelatih berpose bersama dengan tiga atlet yang dipanggil untuk mengikuti Timnas CrickeT sebelum jumpa pers di di Rumah Jabatan Wakil DPRD NTT, Selasa (23/2). VN/Paschal Seran.

 

 
Paskal Seran

 
TIGA orang atlet CrickeT NTT dipanggil untuk bergabung dengan para atlet untuk mengikuti seleksi Tim Nasional (Timnas) di Bali, Maret mendatang. Ketiga atlet yang saat ini sedang mengikuti persiapan menuju PON XX di Papua itu adalah Presley Arron Manaha, Rojerio Maxi Koda, David Lagoru Seri Jala. Ketiganya akan diseleksi bersama para atlet CrickeT dari provinsi lain.

 

 

Hal itu dikatakan Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan CrickeT Indonesia NTT Ince Sayuna menjawab VN dalam jumpa pers di Rumah Jabatan Wakil DPRD NTT, Selasa (23/2).
Dia mengungkapkan, prestasi itu kehormatan sekaligus kebanggaan kepada CrickeT NTT yang mewakili daerah dan negara untuk mengikuti event internasional.
“Sebagai ketua CrickeT ini, olahraga ini baru muncul, tetapi NTT sudah mengukir prestasi. Sebelumnya atlet kita sudah mengikuti event nasional dan internasional bersama Timnas. Dan sudah menyumbang medali emas untuk NTT,” ujarnya.
Saat ini, kata dia, tabah lagi satu prestasi. “Karena itu, pemerintah daerah harus punya kebanggaan kepada atklet-atlet CrickeT NTT. Walaupun dalam keterbatasan, bersama para pengurus dan pelatih, para atlet memiliki komitmen untuk memberikan yang terbaik, tidak hanya untuk NTT tetapi untuk bangsa,” tegasnya.
“Kita berdoa supaya mereka tiga tidak mengecewakan kita. Mereka bisa memberikan yang terbaik untuk NTT dan bangsa. Karena ini kebanggaan bangsa dan NTT, termasuk para pengurus dan pelatih,” imbuhnya penuh harap.
Dia juga berharap dukungan dari gubernur dan pemerintah daerah kepada para atlet. “Dukungan dan support merupakan amunisi untuk mengukir prtestasi di event-event lain. Dalam waktu dekat saya akan minta agar para atlet kita bertemu dengan gubernur dan sekaligus menyampaikan kehormatan ini kepada gubernur agar beliau bisa mengetahui bahwa dari atlet-atlet NTT ada yang dipilih untuk bergabung dengan tim nasional dalam mengikuti event-event nasional dan internasional,” pungkasnya.
Sekretaris Pengprov Persatuan CrickeT Indonesia NTT Ambo menambahkan bahwa dari seluruh Indonesia hanya atlet dari enan provinsi yang dipanggil. NTT termasuk yang memberikan suplai atletnya terhadap CrickeT Indonesia dalam rangka membentuk Tim Nasional untuk mengikuti kejuaraan Dunia pada tahun 2021.
“Kita harus berbangga karena atlet CrickeT NTT selalu mewakili Indonesia di kejuaraan dunia. Untuk tahun ini mereka dipanggil untuk bergabung dengan pelatnas dan akan seleksi selama 20 hari di Denpasar, Bali,” ujarnya.
Ketika ditanya terkait seleksi itu, dia menegaskan bahwa CrickeT NTT tidak pernah mengusulkan atlketnya. “Jadi mereka ini langsung dipilih oleh tim pemantau Pelatnas mulai dari PON kali lalu, kemuddian Pra PON dan latihan mandiri yang selama ini dipantau secara virtual berkaitan apakah tim NTT itu setelah juara Pra PON dan mendapatkan medali emas terus meningkatkan kualitasnya atau tidak?,” ujarnya.

 

Dia mengakui berdasarkan program-program dari para pelatih, para atlet terus berlatih, sehingga kualitasnya tetap terjaga baik untuk mengukuti PON maupun kejuaraan dunia.
“Kami terus meningkatkan kualitas para atlet dalam mempersiapkan diri di PON Papua. Ternyata mereka terus memantau melalui virtual yang kita kirimkan,” jelasnya.

 

Ia juga mengaku, prestasi ini suatu kebanggaan pengurus di bawah kepemimpinan ibu Ince Sayuna. “Ini satu hal yang menarik bahwa setiap ada seleski nasional atlet CrickeT selalu tampil dan ada di tim nasional, termasuk kemarin SEA Games ada Maksi dan Kris di sini. Cuman maksi Kris tidak terpilih. “Maksi harus kita akui bahwa atlet ini sudah menjadi kebanggaan nasional,” tegasnya.

 

 

Siap Ukir Prestasi di PON
Dia juga menegaskan bahwa persiapan PON saa ini para atlet terus meningkatkan kualitasnya melalui program para pelatih.

 

“Nanti KONI akan mensentralisasi para atlet. Sampai Maret, KONI masih memberikan kewenangan kepada para pelatih untuk latihan mandiri. Tapi kami sudah siap mengikuti PON.
Pelatih CrickeT NTT Deasy Pello menambahkan, saat ini para atlet terus berlatih secara mandiri. Pihaknya sebagai para pelatih dan pengurus terus memantau dengan mengunjungi maupoun secara virtua. (Yan/ol)