87 Pengungsi Wamena Tiba di NTT

berbagi di:
foto-hal-03-181019-pengungsi-ntt-tiba

 

Para pengungsi dari Wamena saat menggunakan kapal meninggalkan Papua menuju Sulawesi Selatan sebagai tempat transit. Foto; MI

 

 
Sebanyak 87 pengungsi Wamena, Papua tiba di Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (17/10). Mereka terdiri dari 36 orang asal Manggarai Barat, 30 orang asal Manggarai, dan 21 orang asal Manggarai Timur.

“Kami berharap pemerintah tiga kabupaten mengurus para pengungsi hingga tiba di kampung halaman mereka,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTT Marius Jelamu, Kamis (17/10).

Para pengungsi itu tiba pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat sekitar pukul 03.50 Wita dengan Kapal Motor (KM) Tilongkabila dari Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, setelah sebelumnya berlayar dengan KM Dobonsolo dari Papua. Informasi yang dihimpun menyebutkan para pengungsi mendapat intimidasi selama berada di Wamena. Mereka kemudian menyelamatkan diri ke lokasi lain sebelum pulang ke NTT.

Menurut Marius, ada pengungsi yang sudah memilih tidak kembali lagi ke Wamena. Namun kemungkinan ada pengungsi yang ingin kembali ke
sana. Pasalnya situasi di Wamena sudah kondusif.

“Tidak apa-apa, di mana saja kita bekerja tentu untuk membangun Indonesia. Tidak hanya di NTT tetapi juga di Papua,” ujarnya.

Dia mengatakan di antara pengungsi, ada juga anak-anak sekolah dan bayi berusia dua bulan. Marius menambahkan masih ada warga NTT yang akan kembali dari Wamena yang akan tiba pada 19 Oktober 2019.
Manggarai Terbanyak
Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT, Mese Ataupah mengatakan
warga NTT yang menjadi korban rusuh Wamena dan terpaksa mengungsi, terbanyak berasal dari Kabupaten Manggarai Raya yakni mencapai 80 orang dari total 197 pengungsi.

“Untuk sementara Kabupaten Manggarai sekitar 80 orang, terbanyak. Sedangkan kabupaten lainnya masih didata,” ujar dia.

Warga NTT yang dipulangkan, kata dia, transit di Makassar dan akan melanjutkan pelayaran dengan kapal Pelni menuju Kupang.
Mese menambahkan, terkait jumlah 80 pengungsi asal Kabupaten Manggarai maka akan ada penambahan biaya perjalanan dari pihak Pemkab Manggarai.

“Hitungan sementara total semuanya 197. Nanti Pemerintah Daerah Manggarai Raya mereka kumpulkan uang untuk 80 orang itu,” katanya.

Ia mengatakan kondisi para pengungsi asal NTT dalam kondisi cukup baik pasca keluar dari daerah kerusuhan di Wamena-Papua. Ia mengapresiasi sikap relawan dan pemerintah setempat di Makassar yang memperhatikan 197 pengungsi asal NTT.

“Koordinasi dengan baik sehingga semua dokter dan perawat juga sukarelawan semuanya ada di lapangan. Koordinasi yang sangat baik antara Gubernur di sini dengan Dinas Sosial di sini. Kita apresiasi,” ungkapnya. (mic/mg-06/D-1)