94 KK Desa Dirun Bantuan Sembako

berbagi di:
img-20200526-wa0034

 

 

 

 

 

Mutiara Malahere

Sebanyak 94 Kepala Keluarga (KK) terdampak Covid-19 di Desa Dirun, Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu, NTT menerima bantuan Perluasan Sembako dari Kementerian Sosial, Selasa (26/5).

Pantauan VN, sejumlah warga yang mendatangi Kantor Desa Dirun didominasi kaum perempuan membawa kelengkapan administrasi berupa fotokopi KTP dan Kartu Keluarga untuk mendapatkan Buku Rekening BRI dan Kartu Kesejahteraan Sosial (KKS).

Yulia da Costa (55), salah satu penerima mengatakan bantuan sembako sangat bermanfaat terutama memenuhi kebutuhan pangan bagi keluarganya.

“Dengan bantuan sembako ini saya bisa beli beras untuk memenuhi kebutuhan pangan bagi keluarga dan sembako ini sangat membantu kami yang saat ini terdampak Covid-19 dan pemerintah meminta agar warga tetap berada di rumah saja sehingga kami terpaksa tidak pergi berkebun seperti biasanya,” ungkap Yulia.

Kades Dirun, Fransiskus Bau mengatakan bahwa untuk Desa Dirun tercatat penerima bantuan sembako berjumlah 94 KK namun pihaknya menyisir kembali data dan menemukan adanya pendobelan data penerima, serta tidak sesuai kriteria (ASN, Veteran, pensiunan, tenaga kontrak daerah serta telah menerima bantuan jenis lainnya) sehingga pihaknya mengganti penerima dengan KK yang belum terakomodir bantuan apapun.

“Kami mendapat kuota 94 KK penerima Bantuan Sembako, namun banyak terjadi pendobelan dan masuk kriteria tidak berhak menerimanya sehingga berdasarkan kebijakan Desa bersama BKD mengalihkan untuk KK yang belum terakomodir bantuan apapun,” ungkap Fransiskus.

Terkait jumlah bantuan sembako tersebut, lanjut Fransiskus, sesuai setiap KK mendapat bantuan Rp. 200.000 setiap bulan selama 9 bulan kedepan terhitung sejak April-Desember sehingga jumlahnya Rp. 1,8 juta bagi setiap KK.

“Bantuan sembako bagi setiap KK mendapat Rp. 200.000 per bulan selama 9 bulan kedepan dan penarikannya menggunakan KKS untuk membeli bahan makanan pada agen BRI Link, sehingga penerima bantuan harus memanfaatkan dengan baik sesuai ketentuan dan jangan salahgunakan untuk kepentingan lain karena bantuan ini uang negara yang harus dipertanggungjawabkan,” jelas Fransiskus.

img-20200526-wa0033

Sekretaris Dinsos Belu, Ans Lopez menegaskan tidak boleh ada pendobelan penerima bantuan karena konsekuensinya akan berurusan dengan aparat penegak hukum.

Ans menambahkan khusus bantuan sembako, nilainya terlijat kecil namun jangka waktunya lebih lama selama 9 bulan ke depan dan total bantuannya sama dengan jenis bantuan lain seperti BST, BLT-DD, dan Bantuan Dampak Sosial Ekonomi, sehingga semua KK penerima wajib bersyukur atas perhatian negara yang adil bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Sebelumnya, bantuan sembako telah disalurkan pada 7 desa antara lain Mahuitas dengan jumlah 16 KPM, Duarato jumlah 16 KPM, serta Leowalu jumlah 19 KPM, Lamaksenulu berjumlah 33 KPM, Desa Makir 62 KPM, Desa Kewar 45 KPM, serta Fulur 61 KPM.

Saat penyaluran, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Belu Ans Lopez didampingi Kepala Desa Dirun Fransiskus Bau dan Kepala BRI Unit Weluli serta Pendamping PKH yang berlangsung di Kantor Desa Dirun. (bev/ol)