Ada Tindak Pidana Pencucian Uang di Kasus Mabar

berbagi di:
foto-hal-01-kasi-penkum-kejati-ntt-abdul-hakim

 

 

 

 

Simon Selly

Penyidik Kejati NTT menemukan fakta baru dalam kasus jual beli-tanah aset pemerintah di Kabupaten Manggarai, yakni adanya tindak pidana pencucian uang (TPPU). Aset salah satu tersangka dalam kasus ini, VS alias Veronika Syukur, diduga kuat dibeli dari uang korupsi dalam kasus jual-beli tanah aset pemerintah tersebut.

Demikian disampaikan Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT Abdul Hakim kepada wartawan usai ekspose kasus ini di Kejati NTT, Selasa (26/1) kemarin.
Indikasi TPPU itu disampaikan jaksa penyidik dalam ekspose kasus itu.

“Dalam pendalaman perkara oleh tim penyidik terungkap bahwa tersangka VS (Veronika Syukur) memiliki aset-aset yang diduga dari hasil tindak pidana yang dibeli dengan cara menyamarkan dan atau menyembunyikan hasil tindak pidana korupsi,” jelas Abdul dalam keterangan persnya.

Abdul menjelaskan, dengan fakta tersebut, maka untuk tersangka VS diterapkan pula pasal-pasal tindak pidana pencucian uang.

“Tersangka menyembunyikan hasil tindak pidana korupsi dengan membeli aset, maka penyidik berkesimpulan untuk menerapkan pasal-pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU),” terang Abdul.

Menurutnya, berkas perkara tersangka VS digabung, ada pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang.(mg-22/E-1)