Ahok Tiba di Kupang

berbagi di:
img_20190813_161557
Ayub Ndun
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tiba di Kupang, Selasa (13/8) pukul 12.40 Wita dengan Batik Air.
Pantauan VN, Ahok langsung diterima Ketua DPD PDIP NTT Emilia Nomleni, Sekretaris DPD PDIP NTT Yunus Takandewa, anggota DPR RI terpilih Ansy Lema, Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore, dan Ketua DPRD Kota Kupang Yeskiel Loudo
Ahok tampil dengan baju kameja merah kotak-kotak dan kacamata hitam, sesekali dia melempar senyum, dan menyapa para kader PDIP yang hadir.
Sambutan Natoni adat Timor menyambut kedatangannya. Selendang tenun warna merah dikalungkan di bahunya sebagai bentuk kehormatan.
Sekretaris DPD PDIP NTT Yunus Takandewa mengatakan Ahok akan berdialog dengan para tokoh agama di Hotel Naka.
Menurut Yunus, tujuan kedatangan Ahok yakni untuk membangun kemandirian rakyat melalui bidang ekonomi dengan konsep usaha kecil menengah dan perhatian sosial dengan aplikasi “Jangkau” teknologi kepada khayalak umum dalam mendapatkan layanan.
 
Menurutnya Ahok akan menghabiskan waktu tiga hari di NTT, satu hari di Kupang dan dua hari di TTS. 
 
Wakil Ketua DPRD NTT itu menegaskan jika Ketua Umum PDIP NTT sangat memahami TTS sebagai representatif NTT sehingga meminta Ahok mengunjungi daerah tersebut.
Masalah yang terjadi di TTS misalnya penurunan produksi jeruk keprok yang menjadi ikon TTS sehingga Ahok kata dia berencana menghadirkan ahli genetika sebagai terobosan mengembalikan pertumbuhan jeruk keprok Soe.
Soal pembangunan industri pakan ternak, kata dia, akan dibangun di Kabupaten Kupang dan TTS. Ahok yang akan menentukan berdasarkan penilaiannya.
 
Ia menambahka Ahok dihadirkan ke NTT karena memiliki semangat dan memahami makna Trisaksi Bung Karno yaitu berdikari di bidang ekonomi. Ahok ingin membangun pakan ternak dalam mewujudkan NTT sebagai provinsi ternak.
 
Ahok juga memiliki pengalaman di bidang pemerintahan yang bisa dibagikan di NTT, serta respek dengan masalah sosial dengan adanya aplikasi “Jangkau” untuk menjangkau masyarakat umum yang selama tidak tersuarakan. (bev/ol)