Aktivitas Di Taman Tirosa Kupang Mulai Normal

berbagi di:
img-20200629-wa0037

Salah satu titik di Taman Tirosa yang mulai dipadati pengunjung. Foto: Yapi/VN

 

 

Yapi Manuleus

Sejak kebijakan new normal diberlakukan kembali di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur diberlakukan, aktivitas masyarakat berangsur normal. Salah satunya tampak di area Taman Tirosa Kupang.

Setelah sempat sepi dari kunjungan warga akibat pandemi Covid-19, kini masyarakat tampak mulai kembali memanfaatkan area bundaran Taman Tirosa sebagai tempat diskusi, bertemu teman, nongkrong, atau hanya untuk menikmati waktu santai bersama teman dan keluarga.

Seperti pantauan VN, Senin (29/6/2020). Lampu hias yang sempat dipadamkan selama beberapa bulan kini sudah dinyalakan. Pedagang asongan, fotografer keliling dan kuliner mulai tampak memadati lokasi setelah rehat beberapa bulan.

Bundaran ramai pengunjung yang didominasi orang muda. Banyak pengunjung memakai masker namun ada juga yang tampak santai tanpa masker.

Frengki Amu, salah seorang pengunjung mengaku sudah bosan mendengar istilah Covid 19.

Ia mengaku saat ini warga tidak lagi peduli dengan Covid-19, karena warga ingin kembali hidup normal seperti sedia kala.

“Kita seakan takut pada bayangan saja, tidak lama kita mati ini karena bukan Corona tapi karena takut dan tidak kerja lagi untuk menghasilkan uang,” katanya.

Ia bahkan mengaku sudah tidak terlalu khawatir seperti di awal pandemi.

“Kalau itu hari memang takut tapi sekarang kalau kita baca berita bilang sudah 10 orang yang positif juga kita rasa tidak takut lagi, karena seperti sudah biasa begitu,” ujarnya.

Sementara Wakil Wali Kota Kupang Hermanus Man yang sempat dikonfirmasi VN beberapa hari yang lalu mengenai dibuka kembalinya taman Tirosa mengaku Pemerintah Kota Kupang akan kembali menutup taman tersebut jika warga tidak taat dengan protokol kesehatan Covid-19.

“Taman yang kita buka ini dalam rangka antisipasi kegiatan ekonomi informal. Tapi protokol kesehatan kita tetap terapkan, kalau kepala batu kita tutup lagi kan tinggal kasi mati lampu, sederhana saja,” ujar Herman.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kota Kupang Ernest Ludji yang dikonfirmasi terkait langkah antisipatif penyebaran vi belum memberikan respon.