Aktivitas Keagamaan Masih Dilaksanakan dari Rumah

berbagi di:
img-20200520-wa0055

Gereja Katolik St. Maria Asumpta masih tampak sepi dan ditutup. Foto: Sinta/VN

 

 

Sinta Tapobali

Aktivitas keagamaan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur hingga saat ini masih berlangsung dari rumah masing-masing. Hal ini dilakukan untuk mematuhi imbaun pemerintah baik pusat, provinsi maupun kota.

Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Gerardus Duka kepada VN, Rabu (20/5) mengatakan Keuskupan Agung Kupang tetap.berpedoman dan patuh pada imbaun pemerintah untuk melaksanakan ibadah dari rumah untuk menghindari keramaian dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona.

“Sampai kapan Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa ibadah dilakukan bersama di gereja ya kita mulai,” ungkapnya.

Senadaz Ketua MUI NTT, Abdul Makarim mengatakan tak hanya sholat berjamaah tiap Jumat yang ditiadakan, bahkan sholat Ied  pun akan diadakan di rumah masing-masing dan tidak akan dilaksanakan secara berjamaah sekalipun dilaksanakan di lapangan terbuka.

“Kita masih mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap menjaga sosial distancing. Bahkan salat IED pun harus diadakan di rumah masing-masing. Jika harus dilaksanakan di lapangan itu masih sangat berbahaya dan resikonya sangat tinggi sehingga lebih baik dilaksanakan dari rumah masing-masing,” paparnya.

Sedangkan Pemerintah Kota Kupang sendiri menegaskan belum ada kelonggaran untuk kegiatan atau aktivitas keagamaan.

Penegasan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, dr. Hermanus Man saat menerima kunjungan Ketua dan para anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kupang, Selasa (19/5) di ruang kerjanya.

Menurutnya, hingga saat ini belum ada surat edaran ataupun imbauan dari pemerintah pusat yang memberi kelonggaran untuk kegiatan keagamaan.

“Jadi kita masih taat pada anjuran pemerintah pusat terdahulu dan maklumat Kapolri,” tegasnya.

Ketua FKUB Kota Kupang, Pdt. Rio Fanggidae mengaku meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Kupang sangat berpengaruh pada seluruh aktivitas keagamaan di kota ini.

Sementara perwakilan dari Dewan Masjid Kota Kupang, Ustad Doni mengungkapkan meski sudah ada surat edaran dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memberi izin bagi jamaah muslim di zona hijau untuk menggelar sholat berjamaah, namun mereka tetap berpedoman pada kebijakan pemerintah tentang pembatasan kegiatan keagamaan.

Perwakilan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Pdt Yosafat Chandradireja juga mengakui adanya kerinduan jemaat tentang kebijakan khusus untuk melaksanakan ibadah bersama, tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang berlaku.

Sementara perwakilan dari Gereja Katolik, Johanes Dekresano memastikan seluruh aktivitas keagamaan saat ini senantiasa merujuk pada imbauan para Uskup dan pemerintah.

Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan Umat Hindu Kota Kupang, I Nyoman Ramia. Menurutnya, hingga saat ini semua kegiatan keagamaan mereka lakukan sesuai anjuran pemerintah untuk penanganan Covid-19. (bev/ol)