Akui Kesalahan, Jean Neonufa Minta Maaf

berbagi di:
img_20200430_201136

Jean Neonufa

 

 

 

Megi Fobia

Mantan Ketua DPRD Kabupaten TTS, NTT Jean Ellen Melianus Neonufa mengakui melakukan penganiayaan atau pemukulan terhadap korban Yusuf Nggeong.

“Memang saya salah. Oleh karena itu saya mohon maaf kepada Bapak Yusuf Nggeong atas kesalahan yang sudah dilakukan. Permohonan maaf sesuai dengan permintaan korban Yusuf Nggeong dan keluarga untuk memenuhi sejumlah permintaan korban bersama keluarga,” ujar Jean saat ditemui VN di kediamannya, Kamis (30/4).

Ia mengaku ada lima permintaan korban dan keluarga yang disampaikan oleh pihak kepolisian yang memediasi persoalan tersebut. Kelima permintaan yakni permohonan maaf disampaikan secara pribadi kepada korban disaksikan oleh pihak berwajib, kedua permohonan maaf melalui media massa dan online bahwa terlapor mengakui melakukan tindakan pengiayaan atau pemukulan terhadap korban, ketiga terlapor menyampaikan kepada media massa dan online bahwa korban tidak minta atau menerima denda dalam bentuk apapun, terlapor memberikan jaminan keamanan kepada korban bahwa tidak ada tekanan atau ancaman dari pihak manapun.

Atas permintaan korban dan keluarga, Jean mengakui telah membuat surat pernyataan permohonan maaf yang menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Yusuf Nggeong dan keluarga atas tindakan kasar dan sempat memukul korban pada hari Jumat (17/4) di Pertamina Oenali.

Atas nama pribadi, anggota DPRD TTS dua priode ini mengaku menyesal dengan tindakan dan perbuatan yang dilakukan dan tidak akan melakukan perbuatan tersebut lagi.

Jean menyampaikan permohonan maaf dan terima kasih kepada korban Yusuf Nggeong dan keluarga yang tidak meminta atau menerima denda dalam bentuk apapun dari dirinya selalu pelaku.

“Saya atas nama pribadi menjamin keamanan Bapak Yusuf Nggeong dan keluarga bahwa tidak ada tekanan atau ancaman dari pribadi saya dan keluarga,” tuturnya.

Setelah ada permohonan maaf sesuai permintaan korban dan keluarga, Jean mengaku laporan polisi itu akan segera ditarik dan kedua pihak akan segera berdamai disaksikan pihak kepolisian.

Urusan damai, kata Jean, keluarga korban tidak ingin berlangsung di rumah korban, tetapi berlangsung di Polres TTS.

“Atas nama pribadi saya memohon maaf atas kesalahan yang telah saya lakukan,”ucap Jean. (bev/ol)