Anak Jokowi Dilaporkan ke Polisi

berbagi di:
Kaesang

 

 

Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden Joko Widodo, dilaporkan ke polisi atas tuduhan menyebarkan ujaran kebencian. Kapolres Bekasi Kota Kombes Hero Hendriatno mengatakan laporan disampaikan warga bernama Muhammad Hidayat.

“Betul laporannya dan masih kami pelajari tentang hate speech yang dimaksud,” kata Hero ketika dikonfirmasi, Rabu (5/7).

Secara terpisah, Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan memastikan akan menyelidiki laporan yang terdaftar dengan nomor LP/1049/K/VI/2017/Restro Bekasi Kota itu. Iriawan mengaku baru mengetahui kabar itu tadi malam.

“Nanti akan saya dalami apakah itu ada hubungannya dengan laporan polisi. Di situ kalau tidak salah ada kata-kata ‘kalau tidak menjalankan apa tentang yang ada di situasi itu, ndeso lah‘ kira-kira begitu,” kata Iriawan di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Rabu 5 Juli 2017.

Iriawan belum dapat memastikan Kaesang yang dimaksud merupakan putra Presiden Joko Widodo atau bukan. Ia menegaskan, pihaknya baru dapat memastikan setelah mendalami laporan.

“Ini kan laporan biasa ya. Kebetulan ada nama Kaesang. Itu pun belum tentu Kaesang yang mana,” ucap dia.

Melalui penyelidikan, kata dia, ada atau tidaknya unsur pidana baru bisa dipastikan. Ia akan memerintahkan Kapolres Kota Bekasi buat memulai penyelidikannya.

“Saya akan perintahkan Kapolres segera menindaklanjuti laporan dari masyarakat tersebut,” ujar dia.

Sebelumnya ramai diperbincangkan, Kaesang dilaporkan atas dugaan penodaan agama. Kasus itu dibawa ke jalur hukum karena salah satu vlog berjudul #BapakMintaProyek yang diunggah pada 27 Mei 2017.

Dalam video itu Kaesang awalnya membahas soal permintaan proyek kepada sang ayah. Video itu menyindir mereka yang memanfaatkan kuasa orang tua untuk mendapatkan keuntungan.

Kaesang juga mempersoalkan seberapa buruknya generasi muda Indonesia di masa mendatang. Kaesang memasukkan video berisi ujaran ‘bunuh si Ahok sekarang juga’.

Ahok, sapaan Basuki Tjahaja Purnama, merupakan narapidana kasus penodaan agama. Tudingan kafir kerap kali ditujukan kepada bekas Gubernur DKI Jakarta itu.  Melalui video itu, Kaesang mempertanyakan mengapa anak kecil sudah belajar menyebarkan ujaran kebencian.

Kaesang menegaskan, membangun Indonesia membutuhkan kerja sama. “Bukan saling menjelek-jelekkan, mengadu domba, atau mengkafir-kafirkan orang lain. Apalagi ada kemarin yang enggak mau mensalatkan padahal sesama muslim karena cuma perbedaan dalam memilih pemimpin. Apaan coba? Dasar ***** (kata ndeso sengaja disensor Kaesang). Kita itu Indonesia, kita itu hidup dalam perbedaan. Salam kecebong!” ucap Kaesang di akhir video.

 

 

Sumber: metrotvnews.com

 

Sumber: metrotvnews.com