Anggota DPRD Bantu APD untuk RSUPP Betun

berbagi di:
img-20200327-wa0033

 

 

 

 

Wilfridus Wedi

Anggota DPRD Malaka, Nusa Tenggara Timur Marius Boko memberi bantuan Alat Pelindung diri (APD) bagi Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, Jumat(27/3).

Politisi Demokrat itu, kepada VN (26/3) mengatakan di tengah wabah virus Corona atau covid 19 yang masif perlu ada kepedulian dari semua pihak meski NTT masih negatif Covid-19.

“Peduli tidak hanya dengan ungkapan verbal tetapi aksi nyata menjadi secercah harapan bagi mereka yang sedang membutuhkan,”katanya.

Menurutnya, Ketua Partai Demokrat Agus Yudhoyono sudah memberikan instruksi kepada pimpinan DPD dan DPC yang ada diwilayah Indonesia untuk melakukan aksi atau gerakan sosial dalam menangkal virus tersebut.

“Bantuan tersebut didistribusikan melalui donatur yang ada di Surabaya. Memang kami pesan dalam jumlah yang banyak tapi stoknya tidak mencukupi karena harus dibagi kepada setiap kota yang ada di Indonesia yang sedang membutuhkan. Jadi, untuk RSPP Betun hanya dapat baju pelindung diri, masker N95 dan sarung tangan.

APD tersebut terdiri dari dua buah sepatu boot,handschoen steril satu box, 10 masker N95 dan dua baju pelindung diri untuk petugas medis.

“ADP tersebut hanya sebagai langkah preventif dan proteksi untuk tenaga medis sebagai garda terdepan dalam menghadapi gangguan covid-19 dengan tujuan dasar bisa meminalisir penyebaran. Kelihatan sedikit tapi mau bilang apa stoknya terbatas dan hampir semua rumah sakit di wilayah Indonesia membutuhkan,” ungkapnya.

Ia menegaskan bantuan tersebut buka bertujuan mencari popularitas tapi keprihatinan terhadap sesama menjadi gerakan fundamental.

“Oleh karena itu, saya berharap kepada pihak lain untuk bisa membantu RSPP Betun, walaupun dengan cara yang berbeda tetapi kita sama-sama membantu pemda Malaka untuk mengatasi gangguan virus corona tersebut,” ujarnya.

Sementara, Direktur RSPP Betun, dr.Oktaelin Kurniawati Koeswadie, mengucapkan terima kasih karena APD tersebut sangat penting untuk para tenaga kesehatan yang terpapar langsung dengan virus Covid-19.

APD tersebut sangat penting untuk para tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan karena bisa mencegah penularan virus Covid -19 meskipun banyak dokter dan perawat harus meregang nyawa akibat virus tersebut.

“Jujur persediaan APD di RSUPP Betun sudah mulai menipis dan ada beberapa yang masih kami pesan tapi belum datang dan bahkan ada yang stok kosong di level nasional kalaupun stoknya ada tapi harganya selangit,” ujarnya.

Padahal para tenaga medis harus bekerja menggunakan APD yang berstandar karena harus melayani pasien-pasien yang tidak tahu apakah sudah membawa virus Covid-19 ataukah tidak.

“Sebelumnya kami sudah menerima bantuan 100 box masker bedah dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka namun sekarang stoknya sudah mulai berkurang,” ucapnya.

dr.Oktaelin menuturkan bantuan APD dari Pemerintah Pusat yang didistribusi lewat pemerintah provinsi akan  segera tiba hari ini.

Selain itu, pihaknya berupaya untuk mendapatkan APD dengan mencari penyedia yang bisa mensuplai dan juga menyurati banyak donatur secara online untuk bisa membantu.

“Saya berharap banyak donatur yg tergerak hati untuk membantu kami terutama RS yang ada di daerah-daerah,” ucapnya.

Ia mengimbau masyarakat sebaiknya tetap di rumah saja.

“Anda berada di rumah maka anda tidak perlu menggunakan APD yg seharusnya tidak perlu anda gunakan jika tidak sakit. Supaya stok APD tersebut untuk kami yang memang membutuhkan.
Semoga Tuhan memberkati kita semua dalam pekerjaan dan masa ini terutama teman-teman tenaga kesehatan yang sementara berjuang melawan Covid-19 tersebut,” tambahnya. (bev/ol)