Anggota DPRD Ende segera Ditahan, PKB Siap Pecat Kadernya

berbagi di:
Kajari Ende, Mudji Murtopo, SH

Kajari Ende, Mudji Murtopo, SH

 

Son Bara

Anggota DPRD Ende dari PKB, Abidin H Soeleman yang menjadi tersangka korupsi dana proyek pembangunan gedung Koperasi UMKM yang merugikan negara lebih dari Rp 300 juta akan segera ditahan. Kejari Ende sudah merampungkan BAP tersangka Abidin dan dinyatakan lengkap.

Hal itu dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ende Mudji Murtopo kepada VN di ruang kerjanya, Senin (9/10).

Menurutnya, dalam kasus yang sama, kontraktor pelaksana, Andy pun sudah diproses hukum dan divonis 1,5 tahun penjara di Pengadilan Tipikor-Kupang.

“Kami tidak pernah membeda-bedakan dalam proses penanganan kasus korupsi ini. Pihak-pihak yang terlibat dan sudah dinyatakan sebagai tersangka dan kalau BAP-nya sudah dinyatakan lengkap, maka ditahan. Termasuk tersangka
Abidin H Soeleman yang saat ini sebagai anggota DPRD Ende,” tegas Kajari Muji.

Ia mengatakan, publik tentu bertanya-tanya kapan anggota dewan yang terlibat kasus korupsi ditahan. “Saya sangat memahami itu. Terus terang tidak ada upaya sedikit pun untuk melindungi atau tidak melimpahkan berkas BAP tersangka Abidin. Hanya ada sedikit kendala teknis yang membuat penyidik untuk sementara belum melimpahkan BAP tersangka,” katanya.

Kepala Seksi Pidana Kusus (Kasi Pidsus) Kejari Ende Maks Makola juga mengatakan berkas BAP tersangka Abidin sudah lengkap.

“BAP sudah lengkap, siap dilimpahkan dan tersangkanya juga ditahan,” katanya.

Makola menjelaskan saat ini Kejari Ende sedang menangani beberapa kasus korupsi dan sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor di Kupang.

“Itu untuk kasus penyimpangan dana BOS, dana PNPM Mandiri, dana desa, pembangunan SMK Satu Atap serta dana swakelola di Dinas Pekerjaan Umum Ende. Bagi kami tidak ada perlakuan istimewa bagi tersangka kasus korupsi,” katanya.

Ketua DPW PKB NTT Yucundianus Lepa yang ditemui VN, sebelumnya, mengatakan, PKB tidak melindungi kadernya yang terlibat kasus korupsi.

“Baik kader yang jadi dewan maupun yang di partai, apabila terlibat kasus korupsi, kita serahkan penegak hukum menanganinya,” katanya.

Jika nantinya terbukti bersalah dan sudah ada keputusan hukum yang pasti, maka yang bersangkutan akan dipecat. Sebab, sudah mencoreng citra dan nama baik partai.

“Tidak ada pilihan selain pecat dengan tidak hormat bagi kader PKB yang tersandung kasus korupsi. Tidak ada alasan untuk melindungi kader yang melanggar aturan,” tegasnya.

dari PKB yang sudah dinyatakan sebagai tersangka kasus korupsi, Yucun mengatakan menyerahkan sepenuhnya proses hukum ke kejaksaan dan pengadilan.

“Kalau ada kader yang bermasalah silakan diproses hukum. Tidak ada yang kebal bukum,” pungkasnya.