Anita Gah Kecewa Kadis P dan K Tidak Hadiri Kunker Komisi X

berbagi di:
img-20200907-wa0029

 

Anggota Komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah bersama Kepala Pelayanan Pembiayaan Kemendikbud RI Dr Abdul Kahar saat Kunker di LPMP NTT.

 

 

 

Kekson Salukh

Anggota komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah melakukan kunjungan kerja (Kunker) di kota Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (7/9) siang di LPMP NTT.

Kunker untuk membahas kendala penyaluran dana program Indonesia pintar (PIP) yang ada di provinsi NTT, turut hadir Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikbud RI. Dr. Abdul Kahar, dan Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) NTT, Muhamad Irfan.

Anggota komisi X DPR RI Anita Jacoba Gah dalam sambutannya mengaku kecewa berat terhadap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT Linus Lusi,  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang Dumul Djami dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Imanuel Buan,  yang tidak menghadiri kunjungan kerja komisi X DPR RI dan Kemendikbud RI untuk membahas penyaluran PIP di NTT.

Anita bahkan meminta awak media yang meliput Kunker tersebut untuk mewartakan jika Kepala Dinas P dan K NTT, kota Kupang maupun kabupaten Kupang yang tidak menghadiri lawatan penting itu.

“Tolong teman-teman wartawan catat baik-baik, hari ini adalah hari penting bagi NTT khususnya dunia pendidikan sampai saya hadir di sini bersama Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Kemendikbud RI walaupun dalam situasi Covid-19 karena kami sangat mencintai provinsi ini. Tetapi, saya sangat kecewa berat karena saya melihat kepala dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi NTT, kota maupun kabupaten tidak hadir di sini.” ungkapnya dengan nada kesal.

Menurut Anita, pertemuan itu sangat penting lantaran membahas segala jenis kendala penyaluran dana PIP yang selama ini terjadi di NTT. Mirisnya, para kepala dinas tersebut hanya mengutus perwakilan.

“Kita berbicara di sini bukan bicara remeh remeh, tetapi kita bicara soal uang negara yang saya, komisi sepuluh dan mitra kerja perjuangkan selama ini. Tetapi respon dari dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota Kupang saya tidak tahu. Padahal kami datang disini untuk membahas persoalan pencairan PIP.” tandasnya.

Sesuai pantauan kami, ungkap Anita, sebenarnya persoalan pencairan dana PIP ini ada pada kepala dinas P dan K yang tidak memberitahu mekanisme pencairan kepada para kepala sekolah.

“Tetapi mana para kepala dinasnya, tidak tahu atau masa bodoh. Saya juga tidak tahu. Ini memang tidak menghargai kami sama sekali, persoalan PIP kalau menurut saya itu ada di dinas pendidikan karena dinas pendidikan tidak tahu apa. Itu saat saya ketemu kepala dinas pendidikan NTT, kabupaten dan kota Kupang mereka mengaku tidak tahu.” cetusnya.

Anita mengaku  jika tujuan Kunker  bersama Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemendikbud RI. Dr. Abdul Kahar untuk mencari solusi terkait sejumlah persoalan  penyaluran PIP di NTT, sayangnya tidak dihadiri para kepala dinas P dan K.

“Kami hadir hari ini untuk cari solusi tetapi kalau penyebab masalahnya tidak hadir begini ada apa sebenarnya dengan kepala dinas. Kenapa para kepala dinas itu tidak tahu tetapi diundang tidak mau datang untuk tahu.” ujarnya.

Anita mengancam akan bersurat resmi kepada Gubernur NTT, Walikota Kupang, dan Bupati Kupang untuk memberitahu terkait ketidakhadiran para kadis P dan K itu.

“Saya secara pribadi akan bersurat kepada Gubernur, Walikota Kupang dan Bupati Kupang terkait kondisi hari ini. Saya habis ini akan telepon pak Gubernur, pak Walikota Kupang, dan pak Bupati biar mereka tahu kepala dinasnya tidak hadir hari ini.” ujarnya.

 

Bersama Rombongan Gubernur

Sebagai informasi, Kadis P dan K NTT Linus Lusi sejak Sabtu 5 September lalu ikut dalam rombongan Gubernur NTT dalam kunjungan Kerja di Labuan Bajo Manggarai Barat, Manggarai dan saat ini berada di Kabupaten Sumba Tengah. Dalam rombongan tersebut juga mengikutsertakan awal media termasuk Victory News. (Yan/ol)