Antonius Diangkat Kembali Jadi Sekda SBD

berbagi di:
3-6-768x576

 

 

Frengky Keban

Setelah sempat diberhentikan beberapa bulan lalu oleh mantan Bupati Sumba Barat Daya (SBD), Markus Dairo Talu, Antonius Umbu Zaza Selasa (10/9) resmi kembali aktif menjadi Sekda SBD menggantikan Frans M. Adilalo yang sebelumnya diangkat jadi Pj. Sekda SBD.

Peresmian kembali Antonius Umbu Zaza menjadi Sekda SBD tersebut diumumkan dalam apel perdana dengan pembacaan SK Bupati SBD nomor BKPP.821/145/SBD/IX/2019 tentang Pengangkatan Kembali Dalam Jabatan Sekda SBD.

Dalam amanatnya, Wakil Bupati SBD, Marthen Christian Taka yang didaulat sebagai pembina apel menyebut pengangkatan kembali Sekda SBD Antonius Umbu Zaza mengacu pada aturan yang berlaku dan sudah disesuaikan dengan arahan dari Komisi ASN dan Menteri Dalam Negeri.

“Kami lakukan sesuai dengan aturan yang ada. Apalagi aturan dari atas tentu harus kita ikuti dan taati. Aturan harus jadi panglima dalam pelayanan kepada masyarakat. Kita tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan aturan apalagi aturan itu dari tingkat atas. Sehingga perasaan kaget ataupun heran bagi saya tidak perlu ada,”katanya.

Ia mengajak agar semua ASN yang berada di Lingkup Pemkab SBD untuk bisa bersatu membenahi apa yang perlu dibenahi baik dalam melengkapi yang kurang dan menyesuaikan yang kurang.

“Termasuk berupaya menghilangkan hal lain yang negatif dan tidak sejalan dengan nafas pelayanan kita untuk memajukan Loda Wee Maringi, Pada Wee Malala,”tutupnya.

Sementara itu Sekda SBD, Antonius Umbu Zaza saat dikonfirmasi media ini usai apel menyebut bahwa keputusan Bupati mengangkatnya kembali menjadi Sekretaris Daerah memang sudah sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku serta Surat dari Mendagri, surat dari Ketua ASN Negara dan surat dari BKN. Sehingga dirinya menganggap hal itu sebagai hal biasa dan siap melaksanakan tugas sebagai mestinya.

“Biasa saja. Tidak ada perasaan lain. Karena saya melaksanakan tugas dan tanggung jawab saya. Soal kerja saya nanti, sebagai pembantu Bupati dan Wakil Bupati tentu saya harus bekerja memastikan semua program yang dicanangkan pimpinan daerah bisa terlaksana dengan baik mulai dari program 100 hari dan 7 jembatan emas,”katanya.

Soal pembenahan birokrasi yang menjadi salah satu program dari pemimpin SBD, Antonius mengatakan sebagai pembina ASN dirinya akan mengembalikan sesuai aturan yang ada tanpa harus melihat sesuatu dari unsur suka atau tidak suka, marah atau tidak marah.

Terpisah Bupati SBD, dr. Kornelius Kodi Mete saat dimintai komentarnya soal pengangkatan kembali Sekda Antonius menggantikan Adilalo mengaku bahwa persoalan semacam ini harus dilihat secara komprensif dimana sesuai aturan plt bertugas hanya 3 bulan untuk mendapatkan Setda Definitif namun nyatanya itu belum berjalan hingga kini. Baginya itu merupakan sebuah kesalahan.

“Belum lagi jika kita melihat kinerja dari pak Setda Antonius yang sejauh ini belum dievaluasi dengan hasil yang buruk. Toh pak sekda Antonius sendiri akan pensiun pada Februari tahun depan. Saya pikir kita semua harus berpikir rasional saja. Kita harus berangkat pada aturan dan itu yang kami buat sekarang,”ungkapnya.

Ia menambahkan di sisa masa kerjanya sebagai Setda tentu pihaknya akan membentuk lagi panitia seleksi untuk merekrut Sekda baru. Pansel ini sendiri tambahnya direncanakan akan dibentuk pada januari mendatang. (kbn/S-1)