Arab Saudi Kucurkan Rp 130 Miliar untuk Latih TKI

berbagi di:

 

 

Pemerintah Arab Saudi mengucurkan dana US$10 juta atau setara Rp130 miliar untuk memberikan pelatihan dan perlindungan tenaga kerja Indonesia. Kegiatan tersebut aakan difokuskan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Dari jumlah itu USD10 juta diinvestasikan di NTB. Investasi ini juga ditujukan untuk mewujudkan pekerja migran Indonesia (PMI) yang bermartabat, ” jelas perwakilan Arab Saudi di Indonesia, Direktur PT Global Alwakil Indonesia (GAI), Aulia Febriana dalam siaran pers. (28/3)

Menurut dia, nota ksepakatan pengucuran dana itu sudah dilakukan dengan Pemerintah NTB. Pemerintah Arab Saudi dalam proyek ini mengatakan, investasi total yang diberikan pemerintah Saudi sebesar USD30 juta.

Provinsi NTB yang merupakan salah satu daerah potensial penyedia PMI terbesar, dipilih menjadi mitra kerja sama untuk memastikan angkatan kerja produktif di NTB mendapatkan informasi yang transparan dan akuntabel tentang peluang kerja di luar negeri.

Hal itu dilakukan dengan menstandarisasi kualitas SDM sesuai standar industri yang menerima mereka bekerja di sana. “Kerja sama yang akan diimplementasikan berupa pelatihan calon PMI agar mereka memiliki keterampilan dan keahlian yang layak untuk bekerja di luar negeri,” ujarnya.

Tahap awal dilakukan dengan meningkatkan kualitas Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemprov NTB.  “Kita harus memastikan agar PMI yang berangkat  ke luar negeri khususnya yang berasal dari Provinsi NTB memiliki kualitas yang sesuai dengan standar penempatan,” terangnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Trasmigrasi NTB, Wildan menyambut baik menyambut baik adanya inisiatif dari PT GAI untuk bekerja sama dan berinvestasi dalam bidang jasa pelatihan dan sertifikasi dengan standar internasional. Program ini juga bertujuan  mencegah PMI bekerja tidak prosedural  atau ilegal.

“Kita harus memperhatikan perlindungan dan kesejahteraan para pahlawan devisa yang sudah berkontribusi untuk Provinsi NTB,” pungkasnya. (Media Indonesia)