Arus Mudik Terus Meningkat

berbagi di:
foto-hal-01-penumpang-dari-larantuka-alor-saat-turun-dari-kapal-motor-lawit-di-pelabuhan-tenau-kupang-minggu-02-6-nahor

Sejumlah pemudik dari Larantuka, Flores Timur tiba di Pelabuhan Tenau Kupang, Minggu (2/6). Foto: Nahor Fatbanu/VN

Arus mudik Lebaran, baik yang menggunakan angkutan laut maupun pesawat udara dari Kupang, terus meningkat. Hingga 31 Mei, pemudik yang menggunakan kapal-kapal Pelni sudah mencapai 7.006 orang, sementara yang menggunakan pesawat udara sudah mencapai 9.177 orang.

Arus mudik dipastikan akan terus meningkat, bahkan sampai H-1 Lebaran. Jumlah pemudik itu belum termasuk arus mudik yang menggunakan jasa penyeberangan kapal fery di Dermaga Bolok.
General Manager PT pelni Cabang Kupang, Isak Gerald mengatakan, sampai dengan 31 Mei 2019 jumlah pemudik yang sudah berangkat menggunakan jasa angkutan laut mencapai 7.006 orang.

“Tahun lalu sampai dengan hari H sekitar 7.000-an dan tahun ini saja sudah H-4 7.000-an lebih pemudik. Masih ada tiga kunjungan kapal sebelum Lebaran dan itu berarti ada lonjakan lebih dari 1.000.

Jumlah pemudik yang menggunakan jasa kapal laut meningkat tajam dibandingkan musim Lebaran tahun lalu. Meroketnya harga tiket pesawat udara menyebabkan pemudik memilik menggunakan kapal laut.
Selain itu, angin dan gelombang laut menyebabkan kapal fery dan kapal cepat terganggu jadwal pelayarannya sehingga banyak pemudik memilik menggunakan kapal-kapal pelni.

“Lanjokan penumpang seperti ini memang sudah biasa setiap tahun, namun dengan adanya kenaikan harga tiket pesawat seperti saat ini, kami juga sudah mengantipasi dengan menyiapkan beberapa kapal yang akan mengangkut seluruh pemudik yang ingin menggunakan angkutan laut.

Kami sudah menyiapkan tujuh armada kapal penumpang untuk mengangkut pemudik jelang Lebaran,” katanya.

Dia merincikan bahwa dari tujuh armada kapal penumpang yang dioperasikan untuk mudik Lebaran itu, enam kapal milik Pelni dan satu kapal perintis. Enam kapal Pelni yang dioperasikan untuk mudik Lebaran itu adalah KM Bukit Siguntang, Umsini, Lawit, Sirimau, Wilis, dan KM Awu.

“Kapal-kapal itu siap dan mempunyai kapasitas yang mencukupi untuk mengangkut para pemudik. Ada tiga kapal dengan maksimal 2.000 penumpang dan tiga kapal lainnya maksimal 1.000 penumpang. Sedangkan satu kapal lagi 500 penumpang,” jelasnya.

Kapal dengan kapasitas angkut 2.000 penumpang itu adalah KM Guntang, KM Umsini dan KM Bukit Siguntang. Sedangkan kapal dengan kapasitas 1.000 penumpang yakni KM Awu, KM lawit dan KM Sirimau. Sedangkan KM Wilis 500 penumpang.

Isak mengatakan, pihaknya pun menyiapkan Posko Mudik sejak H-15 hingga H+15.

“Posko ini kami buka buka untuk melayani aduan serta pelayanan kesehatan gratis bagi para pemudik. Kami juga sudah bekerja sama dengan PT Jasa Raharja Cabang Kupang dan juga Bidokkes Polda NTT untuk melayani masyarakat dalam posko terpadu,” jelas Isak.

Ia mengimbau masyarakat untuk membeli tiket lebih dini dengan menyesuaikan jadwal pelayaran, yang sudah ditempelkan di kantor-kantor cabang Pelni.

“Pelni membatasi penjualan tiket sesuai kapasitas angkutan demi meningkatkan pelayanan, kenyamanan, dan keselamatan penumpang dalam pelayaran,” ujarnya.

Sementara itu, pemudik yang menggunakan pesawat udara hingga H-4 sudah 9.177 orang. Jumlah ini berkurang jika dibandingkan dengan penumpang mudik pada H-4 Lebaran 2018, yakni sebanyak 11.379 pemudik.

Data pemudik tersebut diperoleh dari Posko Lebaran Bandara El Tari Kupang. Data tersebut hanya merekap pemudik yang menggunakan jasa pesawat udara. Sedangkan pemudik yang berangkat dengan kapal laut belum ada data (laporan).

Sales and Shared Services Senior Manager PT Angkasa Pura Bandara El Tari Kupang, Kadir Usman mengatakan, penumpang mudik yang tiba di bandara tersebut sebanyak 7.531 orang atau berkurang 27,86 persen jika dibandingkan dengan penumpang mudik yang tiba di bandara tersebut pada H-4 Lebaran 2018 sebanyak 10.439 orang.

Adapun pergerakan penumpang mudik di dalam daerah, juga mulai mengalami peningkatan. Pada Sabtu siang, Kapal Motor (KM) Ile Labalekan mengangkut ratusan pemudik dari Pelabuhan Penyeberanan Bolok Kupang tujuan Pelabuhan Teluk Mutiara, Kalabahi, Alor.

General Manager PT ASDP Indonesia Fery Cabang Kupang, Burhan Zahim, menyebutkan, rute Kupang-Alor yang satu hari sebelumnya tutup akibat angin kencang dan gelombang tinggi, mulai dibuka. Sedangkan rute Kupang-Rote masih tutup.

Burhan mengatakan rute pelayaran yang tutup sementara akibat cuaca buruk, penumpang dipersilahkan mengunakan moda transportasi lain.

“Ada alternatif lain yakni kapal Pelni,” ujarnya.

Pada pelayaran hari Minggu (2/6), Kupang-Larantuka, penumpang terlihat antre berjejal di loket penjualan tiket. Kapal fery tujuan Larantuka itu bertolak dari Dermaga Bolok menuju Larantuka pada pukul 13.00 Wita.

Di kawasan Pelabuhan Bolok tampak dipasang tenda untuk penumpang berteduh dari sengatan panas matahari. Sementara pada lokasi yang sama di area parkiran terdapat Pos Terpadu dan Pos Pelayanan Operasi Ketupat Turangga 2019 dari Polres Kupang. Anggota polres terlihat siaga mengawasi para penumpang arus mudik Lebaran.

Sementara itu di Pelabuhan Tenau Kupang, seperti pantauan VN pada Jumat (31/5) malam, ribuan penumpang memadati kawasan pelabuhan untuk mengikuti pelayaran KM Lawit tujuan Larantuka.
Sejak pukul 21.00 Wita, kawasan pelabuhan sudah padat pengunjung, terutama penumpang yang hendak berangkat. Area parkiran kendaraan penuh sesak.

Saat KM Lawit, kapal yang dikelola Pelni itu lego jangkar, suasana pelabuhan semakin ramai. Apalagi saat penumpang tujuan Kupang mulai turun dari kapal, suasana di pelabuhan bertambah ramai. Kemacetan arus kendaraan di kawasan pelabuhan pun tak terhindarkan.

Setelah melakukan aktivitas bongkar muat, KM Lawit bertolak menuju Larantuka pada pukul 01.00 dini hari Sabtu (1/6). (mg-21/mg-23/mic/E-1)