Arus Pengungsi terus Berdatangan di Rujab Bupati Lembata

berbagi di:
Para pengungsi menempati tenda pengungsian dan ebang yang ada di halamab Rujab Bupati Lembata menyusul gempa yang kembali terjadi, Rabu (11/10) pagi tadi. Foto: Hiero Bokilia

 
Hiero Bokilia

Warga pengungsi dari Kecamatan Ile Ape dan Ile Ape Timur terus berdatangan di lokasi penampungan di rumah jabatan (Rujab) Bupati Lembata. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata terus berupaya mengevakuasi warga untuk menghindari terjadinya gempa susulan yang lebih besar. Total pengungsi yang saat ini sudah berada di rujab Bupati Lembata telah mencapai 174 jiwa yang berasal dari tiga desa yakni Desa Waimatan, Lamawolo, dan Napasabok.

Demikian dikatakan Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langodai kepada VN di lokasi pengungsian rujab Bupati Lembata, Selasa (10/10) malam.

Warga tiba di rujab Lembata, Selasa (10/10) malam. Foto : Hiero Bokilia
Warga tiba di rujab Lembata, Selasa (10/10) malam. Foto : Hiero Bokilia

Wabup Langodai turun  langsung menerima para pengungsi dan berkoordinasi dengan instansi teknjs terkait dalam penanganan para pengungsi.

Ia menjelaskan, selain warga yang sudah tiba di lokasi pengungsian rujab Bupati Lembata, masih ada warga dari tiga desa tersebut yang masih bertahan di desanya masing-masing. Pemkab Lembata terus berupaya melakukan evakuasi dengan mengirimkan tiga mobil untuk menjemput mereka. Total pengungsi hingga malam telah mencapai 316 jiwa.

Anak-anak pengungai erupsi gunung Ile Lewotolok yang tidur beralaskan kardus bekas di teras Rujab Bupati Lembata karena di dalam ruangan terlampau panas, Selasa (10/10). Foto: Hiero Bokilia
Anak-anak pengungai erupsi gunung Ile Lewotolok yang tidur beralaskan kardus bekas di teras Rujab Bupati Lembata karena di dalam ruangan terlampau panas, Selasa (10/10). Foto: Hiero Bokilia

“Kita akan terus berupaya sisir untuk memuat warga yang mau datang karena kalau sudah tengah malam dan ada terjadi apa-apa akan sulit. Jadi sejak dini kita harus evakuasi warga keluar dari daerah rawan,” kata Langodai.

Sementara itu, lanjutnya, warga dari Amakaka, Lewotolok, Bungamuda, dan Lamawara yang juga telah mengungsi kini berada di sejumlah titik. Ada di antara mereka yang sempat berkumpul di rujab namun kemudian dijemput oleh keluarga masing-masing yang ada  di Lewoleba.

Wakil Bupati Thomas Ola Langodai mencoba menghibur anak-anak pengungsi di lokasi pengungsian Rujab Bupati Lembata, Selasa (10/10). Foto: Hiero Bokilia
Wakil Bupati Thomas Ola Langodai mencoba menghibur anak-anak pengungsi di lokasi pengungsian Rujab Bupati Lembata, Selasa (10/10). Foto: Hiero Bokilia

Selain itu, ada juga warga yang saat ini masih bertahan di kantor camat yakni sebanyak 60 orang, di Lamawolo 50-an orang.

Sebanyak 224 jiwa dari Napasabok memilih bergabung dengan keluarga di Lewoleba dan saat ini berada di penampungan keluarga.

Sedangkan warga lainnya masih bertahan di lokasi-lokasi rawan bencana.

Para pengungsi menempati tenda pengungsian dan ebang yang ada di halamab Rujab Bupati Lembata menyusul gempa yang kembali terjadi, Rabu (11/10) pagi tadi. Foto: Hiero Bokilia
Para pengungsi menempati tenda pengungsian dan ebang yang ada di halamab Rujab Bupati Lembata menyusul gempa yang kembali terjadi, Rabu (11/10) pagi tadi. Foto: Hiero Bokilia

Langodai mengatakan pemerintah terus berupaya mengevakuasi warga dan telah mengirim tiga truk untuk menjemput warga mengantisipasi gempa susulan yang menyebabkan jalan tertutup material longsoran dan akan menyulitkan evakuasi.

“Warga Tokojaeng, Desa Lamatokan memilih untuk tidur di kapela darurat yang terbuka. Evakuasi akan terus dilakukan sampai semua warga dipastikan berada pada posisi aman,” jelasnya.

Langodai mengatakan, tempat peristirahatan warga serta kebutuhan makan, serta kebutuhan lain akan disiapkan pemerintah di lokasi pengungsian.

Para pengungsi menempati tenda pengungsian dan ebang yang ada di halamab Rujab Bupati Lembata menyusul gempa yang kembali terjadi, Rabu (11/10) pagi tadi. Foto: Hiero Bokilia
Para pengungsi menempati tenda pengungsian dan ebang yang ada di halamab Rujab Bupati Lembata menyusul gempa yang kembali terjadi, Rabu (11/10) pagi tadi. Foto: Hiero Bokilia

Pemkab Lembata akan membuka dapur umum di bawah koordinasi Dinas Sosial dan PMD bekerjasama dengan Taruna Siaga Bencana (Tagana), Polres Lembata, Brimob, dan TNI, serta BPBD Lembata.

Ia mengatakan saat ini pihaknya masih kesulitan memasok air di lokasi pengungsian karena volume air yang ada terbatas. Namun, pihaknya sudah mencoba berkoordinasi dengan PDAM untuk memasok kebutuhan air di lokasi pengungsian.

Para petugas Tim Tagana Lembata sedang mempersiapkan nakanan bagi para pengungai yang menempati lokasi pengungsian di halaman Rujab Bupati Lembata, Rabu (11/10). Foto: Hiero Bokilia
Para petugas Tim Tagana Lembata sedang mempersiapkan nakanan bagi para pengungai yang menempati lokasi pengungsian di halaman Rujab Bupati Lembata, Rabu (11/10). Foto: Hiero Bokilia

Tim Tagana bahkan sudah mulai mempersiapkan dapur umum untuk melayani para pengungsi.

“Langkah pertama masak untuk makan antisipasi warga lain yang akan datang,” katanya.

Luka Ringan
Dalam peristiwa gempa yang terjadi hingga Selasa Sore pukul 17.07 Wita, satu orang warga Desa Lamawara, Kecamatan Ile Ape atas nama Noviana Saputri mengalami luka lecet dan memar pada lengankanan akibat tertimpa rerutuhan bangunan.

Sementara itu, jumlah bangunan yang runtuh hingga saat ini di Desa Lamawara sebanyak empat rumah, di Desa Mawa terdapat satu unit dapur dan satu unit kamar mandi runtuh.

Kondisi jalan akibat gempa
Kondisi jalan akibat gempa. Foto: Thomas Ola

Ruas jalan Lamagute-Waimatan tertimbun runtuhan bebatuan dan tak bisa dilintasi kendaraan.

Hapsah Soleman, salah satu pengungsi dari Mawa mengaku terpaksa harus meninggalkan kampung halamannya karena gempa yang terus terjadi dan batu berguling mengancam pemukiman mereka.

rumah terkena dampak gempa di Lembata, NTT
rumah terkena dampak gempa di Lembata, NTT. Foto: Thomas Ola

Ia khawatir jika tetap bertahan di Mawa dan terjadi gempa besar maka akan kesulitan menyelamatkan diri.

Pantauan VN di rujab Bupati Lembata malam tadi, para pengungsi dijemput menggunakan mobil truk Dalmas Polres Lembata dan mobil BPBD Lembata. Sejumlah pengunsi dari Waimatan baru tiba dan langsung didata petugas Tagana dab Dinsos-PMD. (bev/ol)

Warga di beberapa desa terdampak gempa sudah dievakuasi.
Warga di beberapa desa terdampak gempa sudah dievakuasi.