Atasi Stunting, Anggaran Sanitasi dan Air Bersih di SBD Naik

berbagi di:
1610521236470

 

Wely Woda Lado
Kadis PU dan Tata Ruang SBD

 

 

 

Frengky Keban

 

 

SEBAGAI salah satu daerah dengan angka stunting yang cukup tinggi di NTT membuat Sumba Barat Daya mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Salah satunya dengan menaikkan anggaran di bidang Cipta Kerja pada dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sumba Barat Daya.

Kenaikan anggaran ini diakui sendiri oleh Kepala Dinas PU dan Tata Ruang Kabupaten Sumba Barat Daya, Wely Woda Lado kepada media ini, Rabu (13/1) pagi.

Wely menyebut jika di tahun sebelumnya anggaran untuk bidang Cipta kerja yang mengurusi air bersih dan sanitasi nilainya hanya Rp2 M lebih maka kali ini naik menjadi Rp19 M.

“Kenaikan ini akibat stunting yang ada di daerah ini. Kebetulan angka stunting kita cukup tinggi sehingga nominal anggaran itu bisa membantu kita menurunkan angka stunting. Untuk air bersih alokasi anggarannya yang semula Rp 600.000.000 naik menjadi Rp10 M sedang untuk sanitasi itu naik jadi 9 M dari sebelumnya 1,2 M,”katanya.
Di sisi lain kenaikan anggaran dari DAK juga terjadi pada bagian Bina Marga yang kenaikannya mencapai Rp6 M dari sebelumya Rp4 M. Sedang untuk pengerjaan fisik jalan ungkap Wely ada penurunan anggaran dari sebelumnya Rp 27 M kini menyisahkan Rp23 M saja.
“Fokus kita masih pada sektor infrastruktur jalan yang mencakup semua wilayah di SBD, Sanitasi dan Air Bersih di wilayah yang memang jadi prioritas. Untuk semua proyek yang ada di sini (PU dan Tata Ruang) sampai sekarang masih dalam tahap persiapan. Kita berharap januari ini bisa tender. Soal target kita mau supaya di akhir tahun semua progress pengerjaannya 100 persen karena di tahun kemarin kita masih KDP di irigasi dan Pansimas,”tutupnya. (Yan/ol)