Atlet PON Siap Divaksin

berbagi di:
img-20210303-wa0057

 

ATLET CRICKET PON: Ketua Umum Pengprov Persatuan CrickeT Indonesia (PCI) NTT Ince Sayuna (duduk dua dari kanan) dan para pelatih berpose bersama para atlet CrickeT PON NTT, usai menggelar jumpa pers di rumah jabatan Wakil Ketua DPRD NTT, Kupang, belum lama ini. Foto:paschal seran/vn.

 

 

 
Paskal Seran

 

 
ATLET yang siap berlaga di PON XX Papua Oktober mendatang siap untuk divaksin Sinovac. Sampai saat ini, para atlet sudah sering melakukan rapid test dan swab antigen dan hasilnya negetif.

Kesiapan itu diungkapkan para ketua umum pengurus provinsi dan pelatih cabang olahraga yang lolos PON saat dihubungi terpisah, Rabu (3/3).

Ketua Pengurus Provinsi Persatuan Kempo Seluruh Indonesia (Perkemi) NTT dan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Esthon Foenay mengungkapkan para atlet Perkemi dan PASI siap untuk divaksin. “Kita Siap untuk divaksin demi kelancaran PON di Papua,” ungkapnya.

Dia juga mengapresiasi Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Kesenatah NTT mau mendahulukan para atlet. “Terima kasih atas perhatian Pemprov kepada NTT kepada para atlet,” ujarnya.

Pelatih Atletik Oliva Sadi menambahkan, para atletnya selama ini sudah melakukan rapid dan swab. “Kita bersyukus karena hasilnya negatif semua,” tandasnya.

Karena itu, kata dia, para atlet dan pelatih siap untuk divaksin. “Kita siap untuk divaksin kalau ada jadwal untuk kita,” tandasnya.

Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir Nasional (Pertina) NTT Samuel Haning mengaku setiap atlet dan pelatih wajib mengikuti peraturan pemerintah untuk vaksin covid 19. “Setiap etlet dan pelatih Tinju harus melaksanakan (siap divaksin) program pemerintah itu,” tegasnya.

Pelatih Tinju NTT Hermensen Ballo juga mengaku siap untuk divaksin. “Demi kesehatan, kami siap untuk divaksin,” ujarnya singkat.

Terpisah, Ketua Umum Pengprov Persatuan CrickeT Indonesia (PCI) NTT Ince Sayuna juga mengungkapkan para atletnya siap untuk divaksin. “Vaksin ini sangat membantu para atlet untuk mengikuti PON Papua, jadi kami siap untuk divaksin,” tegasnya sambil mengapresiasi Pemprov NTT yang sudah mau mendahulukan para atlet PON.

Senada Pelatih CrickeT NTT Deasy Pello juga mengakui para atlet siap untuk divaksin. “Para atlet CrickeT selama ini selalu mengikuti protokol kesehatan saat mempersiapkan diri. Termasuk di dalamnya sering melakukan rapid dan swab. Jadi kalau ada jadwal vaksin untuk kita pasti kita siap,” tegasnya.

Sekretaris Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) NTT Minggus D Haga mengaku para atlet Silat PON siap untuk divaksin. “Kita selalu siap. Akan tetapi hingga saat ini belum ada penyampaian kepada kita,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit  (P2P) Menular, Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Erlina R Salmun mengungkapkan, bulan Maret ini pihaknya menjadwalkan vaksin untuk para atlet yang saat ini tengah fokus dalam persiapan PON.

Menurut Erlina, pemerintah saat ini juga sedang fokus untuk memprioritaskan para atlet yang akan berlaga di PON Papua mendatang untuk juga mendapatkan vaksin covid-19.

Untuk kepastian tanggalnya tidak disampaikan, namun yang pasti pemberian vaksin kepada para atlet akan diberikan dalam bulan Maret ini dan akan langsung diberikan di daerah-daerah tempat para atlet saat ini sedang berlatih.

“Langsung ke daerah di mana para atlet itu ada. Nanti mereka datang bawa KTP dan kita akan input ke dalam sistem, jadi kita akan tahu apakah dia sudah terdata atau belum,” jelas Erlina. (Yan/ol)