Aturan Sanksi bagi Pelanggar Protokol Kesehatan Masih Dalam Kajian

berbagi di:
img-20201117-wa0040

 

Herman Man
Wakil Wali Kota Kupang

 

 

 
Sinta Tapobali

 

 

KASUS pasien positif Covid-19 di Kota Kupang terus bertambah, termasuk bertambahnya korban meninggal dari virus tersebut. Namun, Pemkot Kupang sampai saat ini belum mengeluarkan aturan tegas terkait sanksi bagi yang melanggar protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Penyebaran Covid-19 Kota Kupang, Ernest Ludji ketika dikonfirmasi VN, Selasa (17/11) siang mengatakan bahwa hingga saat ini pemerintah masih mengkaji berkaitan dengan aturan-aturan yang akan ditetapkan bagi masyarakat yang melanggar protokol kesehatan.

Menurutnya, pengkajian saat ini sedang dilakukan dan nanti akan disosialisasikan kepada masyarakat sehingga tidak menjadi boomerang bagi masyarakat di kemudian hari apabila aturan-aturan tersebut diterapkan.

“Belum keluar. Kami masih rapat hari ini,” tulisnya melalui pesan WhatsApp.

Sedangkan Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man ketika diwawancarai VN di Kantor Walikota Kupang, Selasa (17/11) siang mengatakan, saat ini Pemerintah hanya akan memperketat Peraturan Walikota berkaitan dengan penerapan protokol kesehatan.

Menurutnya, ia sudah sempat mengusulkan kepada Wali Kota untuk segera menutup tempat-tempat hiburan maupun meniadakan pesta. Namun Wali Kota sebagai pengambil kebijakan hanya mendorong untuk memperketat penerapan protokol kesehatan dan tidak mengizinkan untuk menutup baik itu tempat hiburan maupun pesta.

Menurutnya, saat ini Pemerintah hanya ingin memperketat segala aturan protokol kesehatan sesuai dengan Peraturan Walikota. Perketat dalam hal ini adalah meningkatkan pengawasan baik di tempat-tempat hiburan maupun di tempat-tempat penyelenggaraan pesta.

Ia juga akan memerintahkan pihak kelurahan untuk berkoordinasi dengan gugus tugas Kelurahan agar pelaksanaan pesta jangan dibiarkan begitu saja tetapi harus dikontrol secara ketat dan diperbolehkan hingga pukul 21.00 Wita.

“Minggu ini akan kita amati apabila semakin menggila maka saya akan turun tangan dan memberikan masukan kepada Pak Wali untuk mengeluarkan beberapa tindak lanjut. Misalnya pesta-pesta harus ditunda, namun kita melihat selama satu minggu ke depan apabila semakin menggila maka saya akan bicara dengan pak wali agar mengambil tindakan,” pungkasnya. (Yan/ol)