Awal Januari Penyidik Limpahkan Tahap Satu HLN

berbagi di:
ilustrasi

 

 
Gusty Amsikan

Penyidik Polres Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur sedang melengkapi berkas perkara kasus dugaan pelecehan seksual terhadap belasan siswi SD GMIT 4 Kefamenanu oleh salah satu oknum guru di sekolah tersebut berinisial HLN.Jika item-item berkas yang masih kurang telah dilengkapi, maka penyidik akan segera melimpahkan berkas perkara tersebut ke Kejaksaan Negeri TTU. Namun, pelimpahan berkas belum bisa dilakukan dalam waktu dekat ini karena terbentur dengan perayaan Natal dan Tahun Baru. Pelimpahan dipastikan akan dilakukan pada Januari 2018 mendatang.

Demikian disampaikan Kasat Reskrim Polres TTU Iptu Nyoman Gede Arya kepada VN, Jumat (29/12) di Kefamenanu.

Arya mengatakan proses pelimpahan berkas perkara tersebut akan segera dilakukan pihaknya setelah berkas perkara kasus dimaksud telah rampung. Namun, pelimpahan berkas tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat ini karena terbentur dengan perayaan Natal dan Tahun Baru. Selain itu, berdasarkan hasil konfirmasi dengan pihak Kejari TTU, para Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak berada di tempat sepanjang pekan mendatang. Meskipun demikian, pihaknya terus mengoptimalkan waktu yang ada guna melengkapi berkas perkara itu.

“Kita sedang sidik kasus ini dan masih melengkapi sejumlah item yang perlu dilengkapi. Kalau sudah lengkap kita akan segera limpahkan. Namun pelimpaban tidak dapat dilakukan di akhir tahun inj karena terkendala kesibukan JPU,”jelasnya.

Ia menambahkan, sejauh ini hal-hal lain terkait pemenuhan berkas tidak terkendala. Seluruhnya telah dilengkapi. Dirinya memastikan pelimpahan berkas perkara kasus tersebut akan direalisasikan pada Januari 2018 mendatang. Ia berharap dengan pelimpahan tersebut, kasus dugaan pelecehan seksual itu dapat segera dituntaskan dan memberikan kepastian hukum bagi para korban.

Sebelumnya, Kuasa Hukum para korban pelecehan seksual anak dibawah umur, Arnoldus Ataupah, ketika ditemui VN mengatakan terkait dugaan kasus ini, pihaknya tak akan memberikan toleransi atau peluang penyelesaian secara kekeluargaan, karena kasus tersebut merupakan kasus yang perlu ditangani secara serius agar bisa menjadi pembelajaran bagi publik. Oleh karena itu, pihaknya mendukung penuh langkah kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut agar memberikan rasa keadilan hukum bagi semua pihak yang terkait dalam kasus dimaksud, sekaligus mengobati rasa traumatik bagi para korban dan anak-anak lainnya.

Ia menambahkan pihaknya tidak akan menoleransi tindak kejahatan terhadap anak di lingkungan sekolah. Pasalnya, sekolah semestinya menjadi tempat di mana anak mendapatkan ruang yang aman untuk mengembangkan potensi dirinya. Nilai tersebut harus diperjuangkan bersama-sama oleh semua pihak. Ia juga berharap, semua pihak berhati-hati dalam menanggapi kasus tersebut sehingga anak-anak yang menjadi korban tidak lagi menjadi korban eksploitasi baik secara lisan maupun dalam pemberitaan. Hal itu dilakukan, mengingat masa depan anak menjadi buram akibat stigma yang melekat pada mereka. (bev/ol)