Awal September, BPS Laksanakan Sensus dari Rumah Ke Rumah

berbagi di:
screenshot_2020-07-09-19-35-04-31

Kepala BPS Provinsi NTT Darwis Sitorus

 

 

 

Sinta Tapobali

Sensus Penduduk Manual atau yang dilakukan dari rumah ke rumah (door to door) dipastikan akan dilangsungkan awal September 2020 mendatang.

Hal ini disampaikan Kepala BPS Provinsi NTT Darwis Sitorus kepada VN, Kamis (9/7) sore.

Menurut Darwis, pelaksanaan sensus penduduk manual ini akan berlangsung sesuai jadwal yakni pada September 2020. Namun, proses pelaksanaannya akan berubah, tidak melalui proses wawancara melainkan melalui pengisian kuesioner yang akan diberikan petugas kepada para responden untuk diisi sendiri.

Pertanyaan-pertanyaan yang akan diisi oleh responden dalam bentuk kuesioner ini sama dengan pertanyaan-pertanyaan yang ditanyakan di SP online. Setelah diisi, kuesioner ini akan diambil kembali oleh petugas dari rumah masing-masing responden.

Sistem ini disebut Drop Out Pick Up (DOPU). Setelah penduduk mengisi kuesioner, selanjutnya petugas akan mengambil kuesioner tersebut langsung dari rumah mereka.

Menurutnya, setiap petugas yang turun untuk melakukan pendataan secara manual dilengkapi juga dengan alat pelindung diri.

“Wajib dengan protokoler kesehatan dengan APD. Pelaksanaannya pun berubah, diupayakan tidak wawancara langsung. Masyarakat yang mengisi sendiri kuesioner yang dibagikan ke setiap keluarga. Peran serta Ketua RT menjadi kunci suksesnya SP ini, pada saat groundcheck dan verifikasi,” jelas Darwis.

Sementar Kepala BPS Kota Kupang Ramly Kurniawan Tirtokusumo mengatakan khusus Kota Kupang, sensus penduduk manual juga akan dilakukan September mendatang. Namun, sampai sekarang, pihaknya masih menunggu panduan mekanismenya dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Ia memastikan proses sensus penduduk manual tidak dilakukan melalui wawancara tetapi melalui pembagian kuesioner ke setiap kepala keluarga yang yang yang belum melakukan SP online untuk diisi sendiri.

“Karena ini sensus, maka targetnya adalah semua penduduk yang belum melakukan SP online. Bisa dilakukan dengan cara dokumen/kuesioner dibagi ke KK yang belum melakukan SP online dan masing-masing KK lakukan pengisian sendiri,” tambahnya. (bev/ol)