Badai Reda, Warga Pulau Kera Mulai Beli Air Bersih di Kupang

berbagi di:
img-20200115-wa0005

 

 

 

Putra Bali Mula

Warga Pulau Kera datang ke Kota Kupang untuk membeli sembako dan air bersih setelah dua minggu bertahan dengan air hujan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Puluhan warga Pulau Kera yang didominasi kaum ibu rumah tangga ini tiba di PPI Oeba Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu ini (15/1) menggunakan perahu sewaan dan perahu nelayan kenalan mereka.

Sejumlah warga dari pulau yang berjarak 20 sampai 30 menit dari PPI Oeba ini datang untuk membeli makanan dan persediaan lainnya terutama air.

Bilah Ladia, salah satu ibu rumah tangga yang juga merupakan pemilik kios di Pulau Kera ini menuturkan kebutuhan air bersih untuk memasak sangat diperlukan dan tidak mudah didapatkan di pulau tersebut.

Kondisi ini yang membuat mereka selama ini harus berlayar ke Kota Kupang untuk membeli air. Namun, beberapa hari belakangan terpaksa mereka menggunakan air hujan disebabkan tidak adanya kapal yang berlayar selama hujan disertai angin kencang.

“Kita harus beli to, Adik (VN). Memang pakai air hujan bisa tampung tapi kalau pakai masak tidak baik, nasi saja rasa dengan warnanya jadi beda sekali,” ungkapnya.

Ia mengaku selama hujan beberapa hari belakangan ia sekeluarga terpaksa memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini disebabkan ombak disertai angin dan hujan deras yang membuat kapal enggan berlayar.

“Karena biasanya kami numpang dengan nelayan atau ada yang punya kenalan bisa bawa kami dengan kapal mereka ke Kupang,” jelas wanita berdarah Sulamu Kabupaten Kupang ini.

Ia mengungkapkan, biasanya mereka akan datang ke Kupang dalam kurun waktu seminggu sekali karena kapal masih dapat berlayar. Kebutuhan seminggu sekali ini yang perlu dipenuhi ini terutama adalah akan air bersih.

“Ada sumur tapi air asin. Tidak mungkin kita minum terus begitu,” ungkapnya.

Untuk air bersih ukuran 20 liter, jelas ibu dari lima anak ini, dibeli dengan harga Rp. 2 ribu. Sementara untuk ongkos pengangkutan dari Kupang ke Pulau Kera setiap jerikennya dikenai tarif Rp. 10 ribu.

Tidak hanya air bersih, Ladia juga tampak membeli minuman-minuman ringan dalam kemasan aneka rasa sekitar enam dus. Ia menyebut soft drink tersebut dapat dijual di pulau yang dihuni sekitar seratus warga tersebut. (bev/ol)